BANTENRAYA.COM – Perlakuan partai PKS terhadap Puan Maharani sontak publik dukung aksinya untuk hengkang pada saat rapat kemarin.
Rapat paripurna kemarin merupakan kali ke-4 yang dalam agenda pengambilan keputusan mengenai RUU Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2021.
Berawal dari pemotongan pidato Puan Maharani, Partai PKS dari semua anggotany kompak untuk tidak ikut rapat karna ingin membela suara rakyat atas kenaikan harga BBM dan ingin harga BBM secepatnya turun.
Menurut partai tersebut, kenaikan harga BBM ditilik dari manapun akan mencekik masyarakat kecil yang seharusnya paling diprioritaskan negara.
Baca Juga: Bharada E, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf Menjalani Tes Kejujuran, Ketahuan Bohong?
“Kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat melalui PKS. Dengan ini kami menyatakan bahwa fraksi PKS menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, karena ini jelas-jelas memberatkan masyarakat,” ujar Mulyanto, dalam Rapat kemarin dikutip Bantenraya.com dari chanel Youtube DPR RI Rabu 7 September 2022.
“Hari ini di depan demo terus menerus dilaksanakan oleh masyarakat. Kami mendukung demo-demo masyarakat atas penolakkan ini,” ucapnya lagi, dengan nada tegas yang cukup tinggi menggema di ruang rapat.
Dengan intonasi yang semakin naik, Mulyanto mengakhiri interupsinya dengan satu kalimat lantang.
“Karenanya, dengan ini kami, fraksi PKS, menyatakan Walk Out (keluar) dari forum ini! Demikian terima kasih!” kata dia tegas.
Usai interupsi Mulyanto rampung, seluruh anggota fraksi PKS yang hadir dalam rapat paripurna, tanpa terkecuali berdiri mengangkat kertas dengan tulisan seragam.
Tulisan itu berbunyi: ‘PKS MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM’. Hanya berselang beberapa menit dari sana, satu-satu anggota DPR dari Fraksi PKS angkat kaki meninggalkan forum rapat.
Untuk diketahui, sejak Sabtu, 3 September 2022, pukul 14.30 WIB, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM bersubsidi.
Baca Juga: Puan Maharani merayakan Ulang Tahun saat di luar Gedung Kisruh Demo BBM
Harga pertalite kini menjadi Rp10.000, solar Rp6.800, dan pertamax menjadi Rp14.500.
Selain kenaikan yang cukup tinggi, cara pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi juga diprotes publik.
Lantaran dampak yang terjadi usai kenaikan BBM cukup fatal dan banyak sekali keluhan masyarakat saat membeli BBM.
Sedangkan Pemerintah telah membuat keputusan untuk membeli BBM Subsidi sesuaikan CC kendarannya masing-masing.***



















