BANTENRAYA.COM – Adanya kasus Cacar Monyet di Indonesia membuat PT Bio Farma (Persero) bersiap-siap dalam pengadaan vaksin.
PT Bio Farma (Persero) pun mencoba mendatangkan sejumlah vaksin untuk mengatasi masalah penyakit cacar monyet ini.
Terdapat 3 calon vaksin cacar monyet yang didatangkan PT Bio Farma (Persero) dari luar negeri.
2 dari 3 calon vaksin Cacar Monyet ini didatangkan PT Bio Farma (Persero) dari Denmark dan Jepang.
Baca Juga: Perkara Kebocoran 1,3 Miliar Data SIM Card, Kominfo Minta Operator Tanggung Jawab
Dikutip Bantenraya.com dari PMJNews, Selasa, 6 September 2022 Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir membenarkan bahwa pihaknya sedang berusaha mengadakan vaksin Monkeypox untuk menanggulangi secara dini penyakit cacar monyet.
“Tahap pertama yang bisa dilakukan melalui Special Access Scheme (SAS) yakni pengadaan vaksin,” ujar Honesti Basyir.
Honesti Basyir mengatakan, Bio Farma sudah berkomunikasi dengan sejumlah produsen vaksin luar negeri.
Baca Juga: Perserang Akan Maksimalkan Laga Kandang di Liga 2 Indonesia Lawan PSPS
“Tentunya kami sudah membangun komunikasi dengan beberapa produsen vaksin, tapi kami masih menunggu arahan Kementerian Kesehatan,” sambungnya.
Apa saja 4 calon vaksin yang saat ini sedang dikembangkan? Berikut penjelasannya.
1. Vaksin Imvamune
Vaksin Imvamune adalah vaksin yang diproduksi Bavarian Nordic Denmark.
Sebanyak 2.000 dosis di antaranya telah didatangkan oleh Kemenkes ke Indonesia.
Baca Juga: Viral, Mobil Dinas Walikota Cilegon Diduga Diadang Pendemo di Jakarta
2. Vaksin LC16M8 Jepang
LC16M8 berplatform virus yang dilemahkan produksi SVRG Kaketsuken, Jepang, untuk mencegah gejala berat pada pasien Smallpox.
Kaketsuken memproduksi vaksin tersebut hanya untuk persediaan dalam negeri berkapasitas produksi bulk untuk 30 juta dosis, dan segera dikembangkan hingga 80 juta dosis.
3. Vaksin ACAM2000
ACAM2000 atau Sanofi Pasteur merupakan vaksin berplatform virus yang dilemahkan yang diperuntukkan bagi usia di atas 1 tahun.
Namun vaksin ini tidak dapat diberikan pada semua orang.
Ada orang tertentu yang dilarang menggunakan vaksin ini.
Baca Juga: 13 Link Twibbon Hari Jadi Kota Ambon ke-447 Tahun 2022, Desain Paling Keren dan Kekinian
Mereka adalah orang dengan penyakit jantung dan imunosupresif.
Menurut Honesti, Bio Farma telah menjajaki komunikasi intensif dengan sejumlah partner manufaktur vaksin, di antaranya Jenner Institute atau Bill & Melinda Gates Foundation.
Skema pengadaan vaksin lainnya yang juga ditempuh Bio Farma adalah penyediaan Vaksin Varicella (Chickenpox) di dalam negeri untuk menekan risiko infeksi bagi orang dewasa yang telah memperoleh vaksin tersebut pada program vaksinasi cacar sebelum tahun 1980.
Bio Farma mampu menyediakan Vaksin Varicella untuk usia 1-50 tahun. Stok Vaksin Varicella per 29 Agustus 2022 difasilitas penyimpanan berjumlah 27.458 vial.
Baca Juga: Intip 7 Profil Pahlawan Indonesia yang Gugur, Korban Kebiadaban G30S PKI 1965
“Sebenarnya, belum ada data ilmiah yang mengatakan Vaksin Varicella ini efektif terhadap Monkeypox. Tapi setidaknya, vaksin ini bisa mengurangi risiko infeksi bagi orang yang sudah mendapatkan vaksin ini, terutama kalangan usia dewasa,” katanya. ***



















