BANTENRAYA.COM – Sepanjang 2022 ini, Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Cilegon menemukan sebanyak 22 kasus HIV AIDS baru di Kota Cilegon.
Dengan temuan kasus baru HIV AIDS di Kota Cilegon, menambah panjang daftar warga Kota Cilegon yang terinfeksi.
Diketahui, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang merusak kekebalan tubuh manusia.
Baca Juga: Sinyal Kenaikan Harga BBM Makin Kuat, Pemerintah Siapkan Bansos untuk Kompensasi, Kapan Cairnya?
Sementara, AIDS adalah Accquired Immune Deficiency Syndrome adalah merupakan gejala infeksi yang terjadi Ketika system kekebalah tubuh rusak akibat HIV.
Kepala Klinik Flamboyan atau klinik yang khusus menangani kasus HIV AIDS di RSUD Kota Cilegon, Didiet Pratignyo mengatakan, sejak Januari hingga 30 Agustus 2022 pihaknya menemukan 22 kasus baru.
“Penambahan kasus diketahui dari pasien on ARV (Antiretroviral) yang ke Klinik Flamboyan,” kata dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Cilegon ini.
Baca Juga: Pemimpin Terakhir Uni Soviet Wafat, Ini Profil Singkat Mikhail Gorbachev
Didiet menjelaskan, pada 2021, penambahan kasus HIV AIDS yang berobat di Klinik Flamboyan sebanyak 31 kasus.
Saat ini, ada 116 orang yang menjalani pengambilan obat rutin di Klinik Flamboyan.
“Yang masih aktif 116 orang. Itu data kita sejak 2009 lalu, karena Klinik ini baru dibuka pada 2009,” jelasnya.
Baca Juga: PBSI Ungkap Mundurnya Anthony Ginting dari Jepang Open 2022, Ternyata Bukan Masalah Sepele
Kata Didiet, sejak 2009 sudah ada 137 orang penderita HIV AIDS yang meninggal dunia.
Ia juga tidak menyangkal, kemungkinan masih ada pasien HIV AIDS yang belum terdata karena tidak mengetahui adanya Klinik Flamboyan ataupun tidak ma uterus terang dengan sakit yang dialami.
”Target kita tidak ada kasus baru, tidak ada diskriminasi dan tidak ada kematian, tetapi ini masih jauh,” ucapnya.
Didiet menjelaskan, Klinik Flamboyan RSUD Cilegon buka setiap hari untuk konseling pada Senin sampai Jumat di setiap pekannya.
Baca Juga: Detik-detik Kronologi Pelecehan Seksual Sesama Jenis Terjadi di KRL, Korban Mengamuk
Sementara untuk pengambilan obat, pada Selasa dan Kamis di setiap pekannya.
Didiet menjelaskan, penyebab penyakit HIV AIDS yang Ia temui akibat hubungan seks tidak sehat, seperti berganti-ganti pasangan, atau laki seks laki atau LSL.
Selain, itu juga mereka terinfeksi karena penggunaan jarum suntik narkoba, namun kasus akibat jarum suntik narkoba sudah mulai menurun.
Baca Juga: Heboh Pelecehan Seksual Sesama Jenis Terjadi di KRL, Korban: Ini Tangannya Bergerak
“HIV AIDS akibat pergaulan, seks bebas, LGBT. Makanya kami selalu mengimbau orang tua mengawasi pergaulan anaknya, kalau sudah tertular virus tidak bisa keluar dari tubuh, menyerangnya kekebalan tubuh,” pintanya.
Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional atau UPN Jakarta yang sedang melaksanakan Koas di RUSD Cilegon, Hesti Azzahra turut menyoroti penambahan kasus HIV AIDS di Kota Cilegon.
“Sebenarnya edukasi sudah banyak, ini lebih kepada kesadaran masing-masing individu. Saya juga takut banyaknya kasus yang meningkat terutama di golongan mahasiswa,” ucapnya.
Baca Juga: Sinopsis Preman Pensiun 6 Episode 11 31 Agustus 2022: Bubun Tamat, Pacar Anak Kang Mus dalam Bahaya
Azzahra turut berperan aktif dalam mencegah penambahan kasus HIV AIDS. Ia beberapa kali melakukan penyuluhan atau promosi Kesehatan ke sekolah-sekolah.
“Kita sebagai mahasiswa, kita bisa edukasi dan penyuluhan saja, kita warning ini karena memang cukup mengkhawatirkan penamabhan HIV AIDS,” ucapnya.***



















