BANTENRAYA.COM – Kasus Pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, masih terus berlanjut.
Sampai saat ini sudah ditetapkan ada lima orang oleh Tim Khusus (Timsus) Polri sebagai tersangka.
Kelima orang tersangka itu adalah Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi.
Baca Juga: Dampak Kasus Ferdy Sambo, Membuat Sesama Anggota Komisi III DPR RI dan Kapolri Ribut
Pada keterangannya yang pertama, istri Ferdy Sambo itu mengaku dilecehkan oleh Brigadir J.
Sedangkan, wawancara yang kedua Putri Candrawathi kembali mengubah keterangannya.
Putri Candrawathi mengaku Brigadir J tiba-tiba masuk ke kamar dan melucuti pakaiannya ketika berada di Magelang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Penyebab Bawaslu Tolak Laporan Partai Berkarya Muchdi PR, Tommy Soeharto Kembali Pegang Kendali
Sementara dalam keterangan yang ketiga, Putri Candrawathi mengungkapkan adanya kontak fisik antara dirinya dengan Brigadir J di kamar.
Mendengar pengakuan istri Ferdy Sambo itu, Ahli hukum tata negara Refly Harun menduga ada upaya untuk membuat skenario agar hukuman pasutri itu diringankan.
“Kalau kita melihat keterangan Putri tersebut, maka ada dua hal yang terbayang dalam benak saya,” ucap Refly Harun.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Dirgahayu Ke 76 Jalasenastri, Desain Unggul dan Bermartabat, Bagikan Gratis
“Satu, dia ingin membuat skenario yang barangkali bisa meringankan hukuman dia dan suaminya, terutama suaminya karena dia bilang masih cinta. Sekaligus barangkali menebus rasa bersalah, we don’t know exactly (Kita tidak tahu tepatnya),” lanjutnya.
Meski demikian, Refly Harun tidak menampik kemungkinan bahwa Putri Candrawathi merasa malu untuk mengungkapkan motif dewasa di balik pembunuhan Brigadir J.
Hal ini terlihat ketika ia terus-menerus mengatakan malu kepada petugas Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang mewawancarainya.
Baca Juga: Lapor Gratifikasi OPD, Inspektorat Kota Cilegon Jamin Kerahasiaan Pelapor
“Dan yang kedua adalah dia malu mengaku kalau misalnya ada motif dewasa. Makanya ketika kepada petugas LPSK yang menemuinya, dia mengatakan ‘Malu mba, malu mba’,” tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Staf ahli Mahkamah Konstitusi itu mencurigai adanya kemungkinan bahwa Brigadir J dan istri Ferdy Sambo memang memiliki hubungan yang sangat dekat.
Namun, ia merasa heran dengan kedekatan antara keduanya.
Bukan tanpa alasan, selama ini Putri Candrwathi diketahui telah menganggap Brigadir J sebagai anaknya sendiri.
“Tapi jangan lupa, ini kan cerita tentang orang dewasa,” ujarnya.
“Orang yang barangkali ada masalah dalam hubungan rumah tangga, kemudian masuk orang lain dan orang lain ini barangkali menghibur atau katakanlah obat lara. Kira-kira begitulah,” kata Refly Harun menambahkan.
Baca Juga: Komisi V DPR RI Minta Kemenhub Awasi Proyek Revitalisasi Terminal Pakupatan Kota Serang
Mantan Komisaris Utama PT Jasa Marga itu pun kembali menyinggung kemungkinan motif istri Ferdy Sambo memberikan keterangan yang berbeda-beda terkait kasus Brigadir J.
“Ini terkait dengan dua hal tentunya. Apakah dia ingin meringankan hukuman bahwa motif membunuh adalah motif yang justified karena istri diganggu, dilecehkan, tapi motif lain adalah barangkali dia malu mengungkapkan yang sesungguhnya,” ucapnya, dikutip bantenraya.com dari kanal YouTube Refly Harun.
Menurutnya, kebenaran terkait motif pembunuhan Brigadir J nantinya akan terungkap.
Baca Juga: 5 Aplikasi Canggih Android yang Tidak Ada di PlayStore, Apa Sajakah Itu?
Kemudian, ia menyebut motif dewasa di balik pembunuhan Brigadir J menggelikan.
“Memang bukan lagi ngeri-ngeri sedap, geli-geli sedap soal motif dewasa ini ya,” ujar Refly Harun.***


















