BANTENRAYA.COM – Harga telur dan cabai merah alami kenaikan di Pasar Rangkasbitung. Berdasarkan informasi dari pedagang.
Kondisi ini terjadi karena bersamaan dengan turunnya Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah kepada masyarakat yakni bantuan pangan non tunai (BPNT).
Harga cabai merah di Pasar Rangkasbitung awalnya Rp70 per kilogram dan kini naik jadi Rp80 ribu per kilogram.
Harga telur per kilo juga mengalami kenaikan yang semula harganya Rp18 ribu per kilogram naik jadi Rp30 ribu per kilogram.
Baca Juga: Bandar Togel Online Dibekuk Polisi, Barang Bukti Uang dan HP Diamankan
Neneng (37) salah satu penjual komoditas pangan khususnya cabai merah di Pasar Rangkasbitung mengatakan, harga cabai di pasaran saat ini sedang mengalami kenaikan dari harga awal. “Cabai naik Rp10 ribu,” kata Neneng.
Pedagang telur yakni Yulia (22) ditemui langsung di pasar setempat membenarkan jika harga telur dan mengalami kenaikan. “Kalau bisa harga telur stabil lagi dengan harga yang ekonomis, karena bagi pembeli itu merasa keteteran yang bingung untuk membeli harga telur yang mahal,” tutur Yulia.
Sobari (40) warga asal Margamulya, Cileles yang sedang membeli cabai merah di Pasar Rangkasbitung mengeluh adanya kenaikan harga telur dan cabai merah. “Ya, harga cabai sekarang ini di kisaran Rp10 ribu.”
Dalam merespons kenaikan yang terjadi pada komoditas pangan di Pasar Rangkasbitung, terutama pada harga telur dan cabai merah yang naik drastis, Disperindag Lebak buka suara. Menurut Fungsional Industri dan Perdagangan Disperindag Lebak, Ahmad Hidayat, penyebab harga sembako khususnya telur dan cabai merah yang naik.
Kata AHmad Hidayat hal itu dikarenakan turunnya bansos dari pemerintah untuk masyarakat. Katanya, tidak menutup kemungkinan komoditas pangan tersebut seperti telur dan cabai merah akan kembali turun atau stabil seiring dengan berkurangnya distribusi bansos dari pemerintah. “Betul ada kenaikan harga telur dan cabai karena bersamaan dengan pencairan bansos pangan oleh pemerintah,” tegasnya. (mg-finka)***




















