BANTENRAYA.COM – Tokoh masyarakat Kota Cilegon Nawawi Sahim menilai penolakan pemakaian mobil dinas yang dilakukan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dinilai tidak pas.
Bahkan, jika alasan Sanuji soal beban moral sekali pun yang menjadi dasar penolakan tersebut.
Pasalnya, seharusnya Sanuji menolak dari awal saat pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau RAPBD jika tidak ingin mobil dinas.
Baca Juga: Nonton The Sexy Doctor is Mine Episode 6 Full HD: Jalanan vs Apartemen
Hal itu akan membuat dinas atau instansi mencoret anggaran mobil dinas tersebut.
Menurut Nawawi Sahim, sebagai seorang Wakil Walikota Cilegon, Sanuji terlibat langsung dalam pembahasan anggaran bersama legislatif atau DPRD Kota Cilegon.
Jadi jika tidak ingin seharusnya dari awal menolak mobil tersebut dianggarkan.
Baca Juga: Spoiler One Piece Film Red, Tayang di Indonesia pada 16 September 2022: New Era Luffy vs Uta
“Wakil juga terlibat dalam pembahasan RAPBD. Beliau kan paham betul tentang proses RAPBD sampai disahkan melalui Paripurna oleh DPRD,” tuturnya.
“Itu karena beliau kan sebelum jadi wakil walikota beliau beberapa periode jadi anggota DPRD baik di kabupaten maupun di DPRD Provinsi,” katanya kepada wartawan, Kamis 18 Agustus 2022.
“Kalau mau menolak memakai mobil dinas baru harusnya dari awal sebelum RAPBD disahkan. Jangan malah menolak pakai mobil dinas dan setelah unitnya di beli,” imbuhnya.
Baca Juga: Hati-hati! Kimia Industri Bisa Sebabkan Balita Bibir Sumbing
Menurut mantan Anggota DPRD Kota Cilegon ini, jika Sanuji diminta untuk fokus terhadap pembangunan.
Sebab, Masyarakat Kota Cilegon berharap penuh dengan walikota dan wakilnya untuk mensejahterakan masyarakat.
Namun, untuk sekarang dengan mengembalikan mobil dinas maka dinilai hanya sebagai bentuk pencitraan dengan dalil beban moral karena pembangunan belum selesai.
Baca Juga: Potensi Efek Domino Rencana Kenaikan BBM, Pemerintah Perlu Siapkan Antisipasi
“Mobil dinas itu fasilitas negara sudah sesuai dengan aturan yang ada. Jangan pencitraan saja. Sekarang bukan waktunya pencitraan. Sekarang waktunya ngurus rakyat Cilegon,” sambungnya.
“Jangan bikin gaduh masyarakat Cilegon. Masyarakat Cilegon berharap penuh kepada pemimpin Cilegon (walikota dan wakil walikota) untuk mensejahterakan kami rakyat biasa wong (orang) Cilegon,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta melakukan penolakan untuk memakai fasilitas mobil dinas baru. Menurunya mobil dinas yang lama masih cukup bagus dan baik dipakai.
Baca Juga: Tayang Malam Ini! Drakor Adamas Epsiode 8 Sub indo, Berikut Link Nonton dan Sinopsisnya
Bahkan, jika memakainya sekarang menjadi beban moral karena masih banyak pembangunan jalan rusak yang harus dilakukan dan pembangunan lainnya yang belum tuntas. ***



















