BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Helldy Agustian menjadi salah satu pemateri dalam Masa Perkenalan Lingkungan Sekokah atau MPLS di SMA 1 Cilegon.
Dalam materinya Helldy menceritakan jika pernah memelihara kambing dan mati semua.
Tentu saja bukan soal kambing dan dirinya menjadi peternak yang menjadi fokus pembahasan.
Helldy menjadikan cerita itu soal komitmen anak bungsunya Vieri Novialdy yang saat ini mengambil fakultas Peternakan di Universitas Brawijaya.
Hal itu karena saat suatu saat Helldy mengajak Vieri yang masih duduk di bangku SMP kepeternakan dan melihat hewan ternak ayahnya mati semua.
Baca Juga: Alasan Roy Citayam Tolak Beasiswa: Pengen Bantu Orang Tua Lewat Ketenaran
Sejak saat itu, anaknya komitmen agar hewan ternak milik ayahnya tidak mati lagi maka mengambil fakultas peternakan.
Supaya kedepan saat anaknya lulus nantinya tidak mati lagi saat memelihara kambing.
Cerita yang disampaikan Helldy tersebut bermakna jika komitmen menjadi penting, termasuk pelajar harus memiliki komitmen untuk terus belajar dan membanggakan orang tua.
“Dulu saya pernah pelihara kambing dan itu mati semua. Jadi anak saya melihat itu. Ia komitmen kedepan saat saya memelihara kambing tidak lagi mati,” katanya, Selasa 19 Juli 2022.
“Komitme ini penting untuk terus dipupuk. Terlebih pelajar harus mulai menanamkan komitmen dari awal untuk meraih cita-citanya,” ujarnya.
Baca Juga: 20 Contoh Moto Hidup yang Banyak Dicari saat Kegiatan MPLS
Selain bercerita sebagai bentuk motivasi, Helldy juga memaparkan jika Pemerintah Kota Cilegon saat komitmen dan fokus membenahi pendidikan.
Dimana berbagai program digelontorkan untuk pendidikan, baik itu pembangunan 4 SMP Negeri untuk pemerataan.
Beasiswa Full Sarjana untuk memberikan kesempatan persaingan diduni kerja yang semakin kompetitif.
“Jadi lulus dari sini nanti tinggal memilih kemana saja. Ada Rp3 juta bagi yang masuk universitas swasta dan juga negeri. Ini untuk membangun pendidikan,” jelasnya.
Dirinya juga bercerita soal anaknya yang lain Fauzi Desviandy yang berbisnis secara mandiri. Hal itu juga penting sebagai anak pejabat dan Kepala Cabanh Toyota ketika itu anaknya memilh mandiri.
Bahkan, saat anaknya juga diterika disalah satu perusahaan otomotif tidak berdasarkan karena ayahnya adalah anak kepala cabang.
“Jadi penting menjadi pribadi mandiri. Jangan pernah mengandalkan orang tua dan fasilitasnya. Sebab, kedepan semuanya akan dihadapi dengan sendiri,” pungkasnya. ***


















