BANTENRAYA.COM — Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang mengkonfirmasi adanya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Serang.
Dokter hewan Ratna Suryaningrum membenarkan ada 6 ekor sapi di kota Serang yang dinyatakan positif tertular PMK.
Masih demikian dia tidak mau mengungkapkan berasal dari Kecamatan mana keenam sapi yang positif PMK tersebut.
Baca Juga: Negara Hadir melalui PMN 2023, PLN Siap Salurkan Rp10 triliun untuk Listrik Wilayah 3T
“Ada 6 ekor yang positif (PMK-red),” ujar Ratna, Kamis, 7 Juli 2022.
Atas adanya kasus positif PMK pada hewan ternak di kota Serang Ratna mengungkapkan masyarakat hendaknya tidak panik dengan adanya fakta ini.
Sebab penyakit PMK pada hewan ternak tidak akan menular kepada manusia.
Baca Juga: CATAT! Berikut 5 Tipe Orang yang Harus Ada di Circle Kalian, Salah Satunya The Grateful
“Ini bukan penyakit zoonosis, yang menular dari hewan ke manusia,” kata Ratna.
Ratna mau mengungkapkan meski hewan ternak terjangkit PMK namun dagingnya masih tetap bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
Asalkan ketika memasak harus dalam kondisi matang.
Baca Juga: TAMAT! Link Nonton Virgin Mom Episode 10, Apakah Naya dan Bayinya Akan Selamat?
“PMK pada hewan tidak membahayakan manusia asal diolah dengan cara yang benar,” katanya.
Masjid terkonfirmasi positif MK ada Ratna ke-6 sapi tersebut saat ini sudah menuju ke kondisi sembuh.
Sapi-sapi tersebut sudah mulai mau makan seperti ketika saat normal kembali.
Dia berharap dalam waktu yang cepat ini keenam shaf yang positif MK itu akan sembuh kembali.
Dengan adanya kasus positif PMK pada hewan ternak di kota Serang ini merupakan kasus pertama adanya PMK di ibukota provinsi Banten ini.
Sebelumnya tidak ada sama sekali kasus PMK yang terdeteksi di Kota Serang.
Bagaimana mengolah daging yang benar? Ratna mengatakan, daging hendaknya tidak dicuci terlebih dahulu dengan menggunakan air.
Sebelum dimasak, daging hendaknya direbus di air mendidih dahulu selama 30 menit. Setelah itu baru diolah.
Bila daging ingin disimpan, maka setelah direbus selama 30 menit dinginkan terlebih dahulu agar suhu turun minimal selama 24 jam.
Setelah itu simpan di freezer.
Perlakuan serupa juga berlaku pada jeroan yang akan dimasak atau disimpan dalam freezer..*

















