BANTENRAYA.COM – Instruksi Walikota Serang terkait pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SD dan SMP sudah ditandatangani oleh Walikota Serang Syafrudin.
Kepastian Instruksi Walikota terkait PTM 100 persen ini diungkapkan Walikota Serang Syafrudin di kantor Diskominfo Kota Serang, usai mengikuti upacara peringatan hari lahir Pancasila, Rabu 1 Juni 2022.
Lantas kapan PTM 100 persen bisa dilaksanakan oleh seluruh SD dan SMP di Kota Serang?
Baca Juga: Masih Ada 500 Rumah Tidak Layak Huni di Kota Serang Banten, Ini Penyebabnya
“Kayanya sudah seminggu yang lalu saya tandatangani. Instruksinya sudah turun. Sudah bisa mulai 100 persen,” kata Syafrudin.
Dalam penyataannya, Syafrudin didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi atau Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim, Asda I Kota Serang Subagyo, dan Kepala Kesbangpol Kota Serang Akhmad Benbela.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Serang Alpedi mengaku bahwa pihaknya hingga kini belum menerima Instruksi Walikota terkait pelaksanaan PTM 100 persen.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Anak-Anak Sedunia 2022, Desain Lucu dan Menggemaskan, Download Gratis
“Belum nerima bapak. Jadi belum bisa memutuskan untuk PTM 100 persen,” ujar Alpedi, saat dihubungi Bantenraya.com via ponselnya, Rabu 1 Juni 2022.
Alpedi mengakui bahwa pihaknya beberapa waktu lalu mengajukan permohonan kepada Dinas Komunikasi dan Informasi atau Diskominfo Kota Serang terkait pelaksanaan PTM 100 persen.
Oleh karena itu, Alpedi mengarahkan Bantenraya.com untuk menanyakan langsung kepada organisasi perangkat daerah atau OPD terkait.
Baca Juga: Gaji ke 13 PNS Cair! Besarannya Ternyata Wow, Cek Disini Rinciannya
“Coba kamu tanya ke Pak Arif Kadiskominfo ya, rekomendasinya dari Diskominfo,” katanya.
Alpedi menjelaskan, pertimbangan pihaknya melayangkan surat pelaksanaan PTM 100 persen di sekolah, pertama karena level Kota Serang sekarang sudah turun ke level 2.
“Artinya level itu bagi standar nasional boleh kita melaksanakan kegiatan tatap muka,” jelas dia.
Pertimbangan yang kedua, kata Alpedi, Dindikbud Kota Serang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Serang terkait dengan pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Serang.
“Beliau sampai menyampaikan datanya tidak ada satu pun. Nol zero. Tidak ada pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit di Kota Serang,” tuturnya.
Pertimbangan yang ketiga, lanjut Alpedi, para orang tua murid yang sudah jenuh lantaran dua tahun belajar di rumah atau daring selama Pandemi Covid-19.
Baca Juga: Perkiraan Harga dan Perbedaan 4 Varian iPhone 14 Series yang Bakal Dirilis Tahun Ini
“Jadi desakan dari mereka ini karena kondisi sudah level turun, kemudian di rumah sakit tidak ada lagi pasien Covid-19,” ujarnya.
“Sehingga kami melayangkan surat ke pak wali segera dikeluarkan instruksi walikota agar di Kota Serang ini dilakukan pembelajaran tatap muka 100 persen,” jelas Alpedi. ***




















