BANTENRAYA.COM – Simak cerita horor yang berjudul Rumah Rombe, dari penulis SimpleMan.
Cerita horor Rumah Rombe dari SimpleMan ini terlengkap, kisahnya mengerikan dan mencekam.
Ketaui cerita horor Rumah Rombe dari SimpeMan terlengkap ini, dengan menyimak sampai habis.
Baca Juga: Ikut sang Ayah, Azka Corbuzier jadi Mualaf, Diprediksi Mei 2022 ini
Sedikit informasi, SimpleMan adalah penulis cerita horor yang terkenal karena KKN di Desa Penari.
Tidak hanya cerita KKN di Desa Penari yang kini menjadi film, SimpleMan juga masuh punya banyak cerita horor.
Salah satunya dengan judul Rumah Rombe, dirilis pada 27 Februari 2019, di akun Twitternya.
Cerita horor Rumah Rombe telah dirangkum Bantenraya.com di bawah ini, selamat membaca.
RUMAH ROMBE. tidak ada yg tidak mengenal peristiwa ini, sebuah peristiwa yg dulu sempet membuat geger satu desa bahkan begitu mengerikanya tragedi ini sehingga membuat banyak orang begidik ngeri tiap melihat saksi bisu peristiwa ini.
ya. benar. itu adalah RUMAH ROMBE
Baca Juga: Cuma Beda 1 Poin, Lifter Banten Rizki Juniansyah Sumbang Perak Sea Games Vietnam
sebelum gw mulai masuk ke bagian ceritanya, tidak ada salahnya bila gw kembali mengingatkan, bahwa peristiwa semacam ini sebenarnya banyak di sekeliling kita, hanya saja, apakah kita begitu peka untuk menyadarinya. karena apa yg akan kalian baca, merupakan satu dari sekian banyak.
peristiwa2 yg mungkin di luar nalar kita. manusia kadang terlalu kecil untuk tau apa yg tidak seharusnya di ketahui, dan mungkin ketidaktahuan itu adalah hal yg membuat manusia dapat bertahan di tengah banyaknya kengerian di sekeliling kita.
baiklah. cukup untuk intronya, jadi. mari kita mulai ceritanya.
tahun 2005, gw udah kelas 5 SD, sebelumnya, gw akan tulis kembali dimana gw tinggal. gw tinggal di sebuah kecamatan dengan 2 desa yg di pisahkan oleh sungai kecil, jauh di hilir sungai ada sebuah pabrik gula, bekas peninggalan belanda. kita tidak akan membicarakan pabrik itu.
karna nanti, akan ada waktunya untuk gw, mencertakan apa yg ada disna, ssuatu yg mungkin kadang gak bisa di terima oleh akal sehat. kita masuk ke desa gw lebih dulu, karena apa yg akan gw ceritakan adalah salah satu bagian kelam yg pernah gw saksikan dengan mata kepala gw sendiri
Desa gw, dulunya adalah sebuah rawa2, sungai yg membelah desa, gak lebih dari sungai kecil yg airnya mengalir dari sungai besar yg jauh di utara, karena Desa gw adalah bekas rawa2 membuat banyak orang berpikir ulang buat tinggal di tempat ini
tapi, yg gw pernah denger dari cerita bapak soal desa gw, adalah, hanya ada 7 orang yg pertama kali tinggal di wilayah ini, itu sebelum desa ini resmi di kenal. 7 orang ini, adalah cikal bakal yg membabat habis semua tumbuhan liar dan pohon besar untuk di jadikan tempat tinggal
namun yg harus di ketahui, sebelum 7orang ini, rupanya, ada 1 keluarga yg lebih dahulu tinggal di desa ini. dia di kenal dengan nama Mbah puteri. wanita paruh baya yg tinggal seorang diri di sebuah rumah tua peninggalan belanda. disinilah keanehan itu terjadi.
konon, dari cerita bapak. rumah mbah puteri, adalah sebuah rumah yg menakutkan. ada perasaan ngeri setiap kali memandang, dan mbah puteri sendiri, hanya tinggal seorang diri, padahal, rumah itu, cukup besar untuk di tinggali sebuah keluarga besar.
disinilah gw patut bangga, kenapa? karena 7 orang yg pertama kali membuka lahan di desa ini adalah kakek gw, sekarang gw tau, kenapa kakek gw, bisa membagikan tanah yg luas untuk 10 anaknya. 10 anak bayangkan. bapak sendiri adalah anak 3 dari 10 bersaudara.
orang lain, gw juga kenal. usia mereka hampir sama dengan kakek gw, dan gw gak heran, tiap melihat mereka dan mendengar cerita bagaimana mereka menjadi yg pertama membuka lahan gw sangat bangga. tapi. yg gw ceritain gak ada hubunganya dengan mereka. karena, cerita ini di mulai dari rumah MBAH PUTERI.
Baca Juga: Inilah 5 Atlet Voli Paling Tinggi di Sea Games Vietnam Yang Mencuri Perhatian
seperti yg gw bilang. Mbah puteri hanya tinggal sendirian, beliau tidak memiliki seorang anak, apalagi cucu. jadi, apakah mbah puteri tidak memiliki suami? jawabanya. TIDAK. Mbah puteri dahulu memiliki suami, namun, mereka sudah meninggal.
apa gw baru saja bilang “mereka?” ya. mereka yg gw maksud adalah lebih dari 1, Mbah puteri pernah menikah lebih dari 14 kali. awalnya gw gak percaya mendengarnya, maksud gw.. mana ada orang yg bisa menikah sampai 14 kali, tapi kemudian gw percaya ketika cerita itu muncul dari nyokap gw sendiri.
lalu, bagaimana bisa?? jawabanya. Mbah puteri rupanya bukan wanita sembarangan. banyak yg mengatakan, beliau berdarah ningrat, sehingga ilmunya sangat tinggi, lelaki yg menikahinya tak lebih dari lelaki yg tertarik dengan paras ayu beliau.
konon, Mbah Puteri memiliki perewangan (pengikut) , yg tidak pernah suka, Mbah puteri di nikahi oleh lelaki biasa, sehingga, banyak dari mereka yg akhirnya jatuh sakit kemudian meninggal. cerita sekedar cerita, mitos terkadang hanya sebuah cerita usang. gw, kadang berpikir lagi
apakah itu benar? sayangnya, gw gak pernah bertemu dengan Mbah puteri, seinget gw, tapi, nyokap selalu membantah tiap kali gw ngomong gw gak kenal sama mbah puteri. nyokap akan bilang, bahwa waktu gw kecil, gw sering di gendong sama mbah puteri dan beliau sangat menyukai gw
setiap denger nyokap ngomong itu, gw, selalu merinding. oke. lalu, sekarang, apa hubunganya dengan RUMAH ROMBE? baiklah, setelah ini. kita masuk ke menu utamanya.
gw saranin buat kalian yg baca ini, gw gak niat buat menakut2i kalian, atau membuat kalian berpikir bahwa apa yg gw tulis hanya omong kosong, tapi, gw cuma bisa bilang, KEJADIAN YG AKAN GW CERITAIN ADALAH SATU DARI SEKIAN BANYAK HAL YG BISA MENIMPA SIAPAPUN. terkdang, kita gak sendirian.
Gw ceritain dari awal kisah ini di buka. seperti yg gw bilang, waktu itu, gw masih kelas 5 SD pada tahun 2005. gw masih tinggal bareng kakek gw, dan tentu saja saudara2 bapak, karena orang jaman dahulu kebanyakan bertetangga dengan saudara kandung mereka sendiri, termasuk bapak.
di depan rumah gw, sekitar 300 meter, ada sebuah rumah besar, megah, luasnya sendiri bisa 6 kali luas rumah gw.
namun, semenjak pemiliknya meninggal, rumah itu, menjadi kosong.
rumah itu, adalah rumah milik Mbah Puteri.
setiap kali pulang ngaji, mau gak mau, gw bakal lewat samping rumah itu, dan entah kenapa, setiap melihat rumah itu, ada satu titik kecil, rasa penasaran yg buat kadang kaki gw seolah di ajak untuk masuk kesana.
ya. seolah2 rumah itu bisa menarik rasa penasaran seseorang.
bertahun2 rumah itu di biarkan kosong begitu saja. rumput liar sudah mulai tumbuh di halamanya, terkadang bila ada waktu bapak dan tetangga ikut memotong rumput, biar terlihat lebih rapi. di depan rumah itu ada sebuah pohon mangga, pohonya, besar. jauh lebih besar dari pohon mangga biasa.
Rumahnya sendiri menghadap ke utara. tidak ada pagar di sekelilingnya, hanya 2 pintu dengan corak eropa. lantainya, masih menggunakan bahan tekel.
gw pernah tanya nyokap, kenapa rumah itu di biarkan kosong, nyokap bilang, gak ada yg mewarisi tanah dan rumah itu
sampai, suatu hari. gw lihat, sebuah mobil kijang lama berhenti di depan rumah itu.
rupanya, rumah itu sudah di beli, di miliki oleh seseorang, dan tidak akan lama lagi, rumah yg sudah kosong bertahun2 itu akan ada yg nempati lagi. gw, punya firasat buruk soal ini
Keluarga Rombe. itu yg pertama gw denger waktu nyokap ngobrol sama bapak.
Keluarga Rombe bukan orang asli jawa, seinget gw beliau berasal dari Kalimantan.
alasan kenapa beliau tinggal disini, adalah karena keluarga Rombe memiliki bisnis di bidang pembuatan bego (Sak untk padi)
Keluarga Rombe di pimpin oleh ibu paruh baya, mungkin usianya sekiranya kalau gw gak salah 51 tahun, masih bugar, beliau menggunakan bahasa indonesia, belum bisa menggunakan bahasa jawa.
beliau memiliki 3 orang anak.
yg paling tua adalah Mas Romi. usianya mungkin 21 tahun waktu itu. anak keduanya adalah seorang perempuan, namanya Mbak Rachel usaianya sekitar 18 tahun, dan yg bungsu namanya Tomi, 14 tahun.
Baca Juga: Tanggapan Habib Abdul Qodir Soal Sikap Gus Thuba yang Dinilai Netizen Kurang Sopan
Sekian, terimakasih.***
















