BANTENRAYA.COM- Perusahaan Otobus atau PO Haryanto kehilangan uang Rp 300 juta. Uang Rp 300 juta milik PO Haryanto yang hilang merupakan hasil penjualan tiket saat Arus Balik Lebaran 2022.
Uang milik PO Haryanto yang hilang akibat tidak sinkronnya data daftar penumpang dan uang yang disetorkan ke perusahaan.
Direktur Operasional PO Haryanto membeberkan uang milik PO Haryanto yang hilang saat menjadi bintang tamu.
Dalam acara podcast Ridwan Hanif Rahmadi yang tayang di channel youtube Ridwan Hanif Rahmadi pada Senin, 16 Mei 2022 dengan judul Rian Mahendra Curhat Panjang Bener.
Baca Juga: Menko Airlangga : Neraca Perdagangan dan Ekspor Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ridwan Hanif awalnya menanyakan postingan instagram milik Rian Mahendra yang mengunggah kehilangan Rp 300 juta saat momen Lebaran 2022.
“Padahal biasanya saat Lebaran orang jadi untung, karena harga tiket jadi mahal, penumpang jadi penuh,” tanya Ridwan ke Mas Rian sapaan akrab Rian Mahendra.
“Gue bukan bilang kerugian, lost data. Misal untung 500 juta, kehilangan 300 juta, masih ada untung 200 juta,” kata Rian.
Anak dari pendiri PO Haryanto menjelaskan terkait data daftar penumpang yang hilang saat Arus Balik Lebaran 2022.
“Alur keuangan bis itu, penumpang ke agen, agen bikin daftar penumpang, daftar penumpang nanti jadi acuan nominal di situ. Habis itu dikirim ke kantor bareng sama bisnya, uang ditransfer biasanya,” kata Rian.
Rian menjelaskan pada tanggal 7-9 Mei 2022 arus balik cukup chaos dari arah timur.
“Penumpang yang jadwalnya berangkat tanggal 6, mundur jadi berangkat tanggal 7. Rotasi bis 24 jam. Yang tanggal 7 jadi tanggal 8, tanggal 8 jadi tanggal 9,” kata Rian.
Penjualan tiket bus, kata Rian, tidak dilakukan secara dadakan. PO Haryanto yang memunyai sekitar 220 armada, 50 unit digunakan untuk cadangan, namun tetap masih kurang untuk melayani penumpang dan menambah bus bantuan dari pariwisata.
“Gue jual (tiket) 170 armada, ternyata yang balik cuma separonya. Yang 20 bis, 30 bis chaos (terjebak macet dampak one way), akhirnya kita gunaik bis-bis wisata,” ucap Rian.
Baca Juga: Persoalan Ustad Abdul Somad Dideportasi dari Singapura, Fahri Hamzah: Melanggar Nilai Dasar ASEAN
Rian mengambil kebijakan agar karyawannya mendatangkan bus bantuan jika penumpang sudah tidak tertampung.
“Perusahaan punya beberapa kebijakan, yang tadinya penumpang eksekutif kita pindahin ke patas dari harga tiket misal 500 ribu jadi 400 ribu, kita kembalikan 100 ribu, sesuai kelasnya,” ujarnya.
Rian mengaku sempat kehilangan kontak dengan karyawannya yang berada di Divisi Wonogiri pada tanggal 7-9 Mei 2022.
“Udah gue suplai armada wisata buat dipakai, terbengkalai semua. Karena mereka (karyawan) mengurusi penumpang saking banyaknya. Salahnya gue cuma satu, gue fikir ketika dia (karyawan) tidak menghubungi gue oh ekspektasi gue mereka bisa mengendalikan kekacauan,” ungkap Rian.
Pada tanggal 7 Mei dan 8 Mei, karyawannya tidak setor ke dirinya. Baru pada tanggal 9 Mei karyawannya datang ke dirinya untuk menyerahkan setoran.
“Anak-anak ring satu gue boy, yang gue tau persis seperti apa kemampuan mereka. Jumlah bis yang berangkat sama yang disetorin ini engga sama,” aku Rian.
Jika dalam tiga hari yang berangkat 52 bus, kata Rian, yang benar hanya satu hari, yang disetorkan uangnya hasil dari 17 bus saja.
“Yang 30 bis ini kemana? 30 bis ini kalau kita hitung-hitung ini hampir 300 jutaan, ini yang dimaksud penguapan data,” tutur Rian.
Dua orang karyawannya menangis dihadapan Rian. Mas Rian kemudian menemui ayahnya yakni Haji Haryanto menceritakan kekurangan setoran tersebut.
Baca Juga: Hamil Duluan Saat Jalani Proses Hukum, Dea OnlyFans 4 Kali Coba Bunuh Diri
“Bapak (Haji Haryanto) pesennya ke gue cuma satu, coba telusurin ini kemana. Anak-anak (dua karyawannya) ini anak-anak baik semua. Kita nyari orang baik, bener, loyal, juga susah, mungkin ketlisut aja. Bapak positif thinking sepertu itu,” kata Rian menceritakan pesan dari ayahnya.
Rian memrediksi jika kehilangan uang Rp 300 juta lantaran karyawannya menggunakan bus pariwisata tidak lapor ke kantor ataupun data penumpang yang batal dan uangnya dikembalikan 100 persen tidak diinput.
“Kalau di Haryanto penumpang batal, 100 persen uangnya gue balikin. Akhirnya bapak bilang duit yang hilang bisa dicari, kita nyari orang-orang baik dan loyal malah lebih susah, ntar juga diganti sama Allah. Diikhlasin aja,” ungkapnya.
Baca Juga: Klik Disini! Kumpulan Ucapan Hari Museum Internasional 2022 Gratis, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Namun, Rian akan tetap menelusuri kehilangan uang tersebut agar tidak terjadi kembali di kemudian hari.
“Ini sejarah ketika PO Haryanto berdiri baru aja kejadian seperti ini. PO Haryanto sudah pasti jalur keuangan super ketat, segala macam,” tuturnya. ***



















