BANTENRAYA.COM – Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bahkan mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ke dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019.
Kemudiam menjadikan tema “Literasi Untuk Kesejahteraan” sebagai salah satu kegiatan PrioritasNasional pembangunan manusia.
Baca Juga: Hari Pertama Kerja, Pj Gubernur Banten Kumpulan Kepala OPD, Ini yang Dibahas
Maka, salah satu upaya penting adalah mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.
Transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat, sehingga mereka mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik.
Peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat.
Baca Juga: Link Nonton dan Sinopsis Wedding Agreement The Series Episode 8 Lengkap dengan Jadwal Tayang
Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.
Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasibagi96 desa, 168 kabupaten/kota dari 34 provinsi penerima manfaat.
Pelaksanaan Bimtek secara simultan bergantian mulai tanggal 28 April-21 Mei 2022 di 32 lokasi.
Baca Juga: Sayang dengan Fairuz A Rafiq, King Faaz: Kalo Mami Sedih, Abang juga
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam arahan pembukanya mengatakan, dalam memberikan layanan kepada pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.
“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
“Memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala Perpusnas.
Baca Juga: 5 Ciri Ahli Sedekah yang Tidak Berpahala, Ini Dia Penyebabnya
Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuanpengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.
Materi bimtek mencakup penguatan literasi untuk membangun masyarakat melalui transformasi perpustakaan, literasi digital, strategi pelibatan masyarakat.
Kemudian strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, literasi data dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru.
Baca Juga: Teks Khutbah Shalat Jumat Tema: Resep Bahagia Dunia dan Akhirat, Penuh Motivasi dan Inspiratif
Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat membantu memingkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju. ***

















