BANTENRAYA.COM- Saat akan melaksanakan sholat Idul Fitri, dianjurkan untuk mencontoh Rasulullah.
Ya, Rasulullah selalu menggunakan jalan berbeda saat pergi dan pulang dari sholat Idul Fitri.
Alasan Rasulullah menggunakan jalan berbeda saat pergi dan pulang dari sholat Idul Fitri bukan tanpa alasan.
Dilansir dari nu.or.id, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Ghuniyatul Thalibin. Ia mengatakan:
ويستحب إذا خرج المؤمن إلى صلاة العيد في طريق أن يرجع في طريق أخرى لما روى ابن عمر أن النبي صلى الله عليه وسلم أخذ يوم العيد في طريق ورجع في طريق أخرى
Artinya, “Orang Mukmin dianjurkan pergi dan pulang dari shalat id dari jalan yang berbeda karena Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi SAW pergi dan pulang shalat id dari jalan yang berbeda.” Anjuran pergi dan pulang shalat id dari jalan yang berbeda ini adalah hasil pemahaman terhadap tindakan Rasulullah.
Menurut Syekh Abdul Qadir, ulama berbeda pendapat terkait kenapa Rasulullah pergi dan pulang shalat id dari jalan yang berbeda.
Ada yang mengatakan tujuan Rasulullah ini adalah untuk mempercepat perjalanan pulang.
Baca Juga: 21 Link Twibbon Lebaran 2022 atau Idul Fitri, yang Cocok Dijadikan Foto Profil WA
Maksudnya, Rasulullah kemungkinan pada saat ke masjid melewati jalan yang panjang karena pahalanya semakin banyak dan pulang lewat jalan yang dekat supaya cepat sampai.
Ada juga yang mengatakan, melihat wajah Rasulullah merupakan kebahagiaan tersendiri dan rahmat.
Karenanya, ia melewati jalan yang berbeda agar semuanya mendapat rahmat.
Pandangan lain mengatakan, setiap tanah di muka bumi ini senang diinjak Rasulullah. Supaya tidak cemburu satu sama lainnya, ia melewati jalan yang berbeda.
Ada pula yang mengatakan, Rasulullah melewati jalan berbeda agar bisa bersedekah kepada masyarakat.
Kalau melewati satu jalan, sedekahnya tidak merata. Oleh karena itu, ia melewati jalan yang berbeda supaya sedekahnya merata.
Baca Juga: Inilah 14 Ucapan Hari Angkutan Nasional 2022, Penuh Makna Tentang Arti Penting Transportasi Umum
Selain itu, masih ada tafsiran lain terkait anjuran pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda ini. Setiap tafsiran ini tentu tidak bisa diklaim sebagai kebenaran, karena Rasulullah sendiri tidak menjelaskan alasan mengapa beliau pulang dan pergi shalat id dari jalan yang berbeda.
Meskipun demikian, ulama tetap menganjurkan untuk melakukan apa yang dilakukan Rasul tersebut, karena memang tidak semua apa yang dilakukan Rasul bisa dirasionalkan. Wallahu a‘lam. ***

















