BANTENRAYA.COM – Wisma Charity yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten diduga dijadikan tempat prostitusi online.
Petugas Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabuaten Serang bersama TNI-Polri yang melakukan razia beberapa kali menemuan pasangan yang bukan suami istri.
Bahkan, petuga gabungan yang melakukan partroli pada kegiatan Bina Kusuma Maung I sebelum puasa menemukan tempat tidur yang basah dengan lendir.
Baca Juga: Zionis Israel Kembali Serang Jalur Gaza
Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Muhammad Mujtahidi mengatakan, menjelang tahun baru dan sebelum puasa melakukan patroli di Serang Timur termasuk di Wisma Charity.
“Kalau tempat prostitusinya atau bukan kurang tau, tapi memang setiap kita melakukan operasi dengan Polres selalu ada pasangan bukan suami istri berduaan di kamar Wisma Charity,” ujar Mujtahidi, Kamis 21 April 2022.
Mujtahidi mengungkapkan, pihaknya pernah menemukan pasangan bukan suami istri yang tertangkap basah sedang berduaan di dalam kamar. “Tempat tidurnya basah tapi bukan air biasa, air itu lah (lendir-red),” katanya.
Baca Juga: Inilah 10 Link Twibbon Hari Bumi 22 April 2022 Gratis dan Terbaru, Lengkap dengan Caption
Ia menuturkan, pada saat patroli menjelang puasa pihaknya berhasil mengamankan 20 orang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan saat menjelang tahun baru 2022 mengamankan 10 pasang laki-laki dan perempuan.
“Kamar Wisma Charity banyak di atas 20 pintu,” ungkapnya.
Kabid Kerjasama Intelejen dan Kewaspadaan Dini Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Farid Anwar Ibrahim mengatakan, pihaknya menerima informasi bukan hanya Wisma Charity saja yang diduga dijadikan tempat prostitusi.
“Selain Wisma Charity ada juga kos-kosan di Kecamatan Ciruas yang dijadikan tempat prostitusi, sistemnya onlien, jadi dia ngontrak tempatnya disiapkan di situ,” katanya.
Baca Juga: Bila Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga vs Anies-AHY Diadu di Pilpres, Begini Hasilnya
Informasi tersebut diperoleh dari masyarakat sekitar yang merasa resah dengan keberadaan tersebut. “Kita sedang monitoring dan memang aktivitasnya masih berlangsung, kalau puasa ini masih landai. Bersama Satpol PP nanti kita tertibkan setelah lebaran,” tuturnya.*



















