Selasa, 24 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Bila Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga vs Anies-AHY Diadu di Pilpres, Begini Hasilnya

Jermainne Tirta Dewa Oleh: Jermainne Tirta Dewa
21 April 2022 | 14:30
Pakar Ilmu Politik Saiful Mujani Sebut Masyarakat Indonesia Umumnya Memang Tidak Toleran

Pakar ilmu politik Saiful Mujani masyarakat Indonesia umumnya memang tidak toleran. Tangakpan layar YouTube SMRC TV

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Saiful Mujani Reserach dan Consulting (SMRC) menggelar survei terkait Pilres.

Dalam survei ini menujukkan jika ada 3 pasangan yang maju maka hasilnya cenderung seimbang dan pemilihan bisa berlangsung selama 2 putaran.

Adapun 3 pasangan dalam survei kali ini adalah Prabowo Subianto-Puan Maharani, Ganjar Pranowo-Airlangga Hartato dan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhiyono (AHY).

Baca Juga: Sosok Nur Alamsyah, Pria yang Dikeroyok Putra Siregar dan Rico Karena Bela Chandrika Chika

Ilmuan politik, Prof Saiful Mujani mengatakan, bila yang maju dalam pemilihan presiden tiga pasangan, pemilihan presiden kemungkinan berlangsung dalam dua putaran.

Hal tersebut diungkapkan dalam program Bedah Politik episode ‘Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga atau Anies-AHY?’ yang tayang di kanal Youtube SMRC TV pada Kamis, 21 April 2022.

Saiful menunjukkan bahwa bila Pilpres dilakukan saat ini dan yang maju adalah 3 pasangan yakni Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga atau Anies-AHY maka hasilnya hasilnya seimbang.

Baca Juga: Oknum Satpol PP Kota Serang Minta Jatah THR ke Pengusaha

Secara statistik suara mereka tidak berbeda signifikan. Anies-AHY mendapatkan 29,8 persen suara, Ganjar-Airlangga 28,5 persen, dan Prabowo-Puan memeroleh 27,5 persen.

“Masih ada 14,3 persen yang belum menjawab atau tidak tahu,” katanya.

Saiful menjelaskan, suara yang berimbang ini akan mengakibatkan pemilihan presiden tidak berlangsung satu putaran, melainkan dua putaran.

Baca Juga: MUDAH DIHAFAL! Bacaan Niat Zakat Fitrah, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Survei ini dilakukan pada 1.220 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling.

Yang dilakukan terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.027 atau 84 persen. Sebanyak 1027 responden ini yang dianalisis.

Baca Juga: Pria Asal Cigemblong Menghilang, Diduga Hanyut di Sungai Peucang Pari

Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

“Wawancara tatap muka dilakukan pada 13 – 20 Maret 2022,” ungkapnya.

Guru Besar Ilmu Politik UIN Jakarta ini menjelaskan setidaknya ada 6 faktor yang bisa mempengaruhi partai politik bisa berkoalisi dan mendukung satu pasangan tertentu.

Baca Juga: Ara Chuu Minta Maaf Soal Video Viral Pramuka 30 Menit, Ternyata Video Lama untuk Sang Mantan

Faktor pertama, kesamaan platform partai atau ideologi. Ideologi yang dimaksud dalam konteks Indonesia adalah partai yang lebih nasionalis atau kebangsaan.

BACAJUGA:

Duel panas Bhayangkara FC vs Semen Padang FC

Bhayangkara FC vs Semen Padang FC, The Guardian Datang dengan Modal Apik

24 Februari 2026 | 16:52
Duel Malut United vs Persija Jakarta

Malut United vs Persija Jakarta, Persaingan 2 Tim Papan Atas Klasemen

24 Februari 2026 | 15:48
Tempat bukber di Tangerang

Makin Asik Bareng Bestie! Cek 5 Rekomendasi Tempat Bukber Ramadan 2026 di Tangerang

24 Februari 2026 | 13:48
pekan 23

Jadwal Pekan 23 Super League 2025-2026, Ada Derby Banten Persita vs Dewa United

24 Februari 2026 | 12:30

Partai yang lebih pluralis dalam pengertian inklusif terhadap pelbagai identitas.

Di sisi yang lain ada partai yang lebih menekankan Islam, lebih eksklusif karena Islam lebih diutamakan, kurang terbuka pada semua unsur yang beragam dalam masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Polisi Ungkap Peran Adik Indra Kenz, Terima Rp9,4 Miliar hingga Sembunyikan Aset di Akun Indodax

Saiful menilai ada dua kutub ideologi politik di Indonesia. Kutub yang paling nasionalis adalah PDIP. Sementara kutub yang paling Islam adalah PKS.

Karena jarak ideologisnya jauh, antara PDIP dan PKS, maka kemungkinan untuk bersama-sama di tingkat nasional tidak mudah.

“Sementara partai-partai dalam spektrum antara PDIP dan PKS bisa berkoalisi dilihat dari sisi ideologi, misalnya PDIP dengan Golkar, Demokrat, dan Nasdem,” ungkapnya.

Baca Juga: SEGERA DAFTAR! Berikut Link Daftar dan Syarat Pendaftaran Mudik Gratis Pemprov Jatim 2022

Faktor kedua, komunikasi elit. Dia menjelaskan bahwa sejak Pemilihan Presiden 2004 sampai sekarang, terlihat PDIP dan Demokrat tidak mudah untuk melakukan komunikasi.

“Komunikasi elit sangat menentukan,” kata Saiful.

Ketika Demokrat berkuasa dan SBY sebagai presiden, PDIP memilih sebagai partai oposisi.

Ketika PDIP berkuasa, sebagai partai terbesar pendukung pemerintah, Demokrat sebenarnya ingin bergabung sebagai partai pendukung pemerintah, tapi PDIP nampaknya tidak menerima.

Baca Juga: ANTI RIBET! Cara Cek Penerima BSU 2022 untuk 8,8 juta Pekerja yang Cair Sebelum Lebaran

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, lanjut Saiful, Nasdem dan Gerindra juga tidak mudah untuk bertemu. Mereka punya pengalaman tersendiri tentang itu.

Belakangan, Nasdem dan PDIP juga tidak mudah berkomunikasi.

“Oleh karena itu, faktor kemudahan komunikasi dan suasana kebatinan di antara elit partai akan mempengaruhi formasi koalisi,” simpulnya.

Baca Juga: 7 Tips Jadi Kartini Baru Ala Susi Pudjiastuti, Nomor 6 Paling Penting

Faktor ketiga, adanya tiga partai besar yang sangat berpengaruh untuk menjadi atau menarik poros koalisi, yaitu PDIP, yang tanpa koalisi pun sudah cukup untuk mencalonkan presiden.

Kemudian Gerindra dan Golkar yang masih membutuhkan tambahan sedikit tambahan suara.

Faktor keempat, intensitas harus menjadi calon presiden. Ada partai yang pimpinannya harus jadi calon presiden, yaitu Gerindra.

Baca Juga: Tips Efektif Beristirahat di Rest Area Saat Mudik Lebaran 2022, Fisik Dijamin Tetap Prima

Saiful menyatakan bahwa mungkin pertimbangannya adalah efek Prabowo pada partai Gerindra itu sendiri. Sementara partai-partai lain tidak sekuat dukungan pada Prabowo.

Misalnya Golkar dengan Airlangga belum terlalu yakin apakah akan maju sebagai nomor satu.

Demikian juga Puan Maharani, walaupun partainya besar, juga belum kuat didorong untuk menjadi calon presiden. Karena itu, jelas Saiful, faktor Prabowo menjadi sangat penting karena dia akan maju menjadi nomor satu.

Baca Juga: Kumpulan 15 Pantun Hari Kartini 2022, Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Faktor kelima, elektabilitas bakal calon. Saiful menunjukkan bahwa dalam dua tahun terakhir, belum ada perubahan signifikan dalam komposisi dukungan pemilih terhadap calon.

Tiga besar yang mendapatkan dukungan terbanyak dari publik adalah Prabowo, Ganjar, dan Anies. Prabowo dan Ganjar sudah seimbang.

Sementara dalam setahun terakhir, Maret 2021 sampai Maret 2022, Ganjar dan Anies mengalami kemajuan.

Baca Juga: Tinggal Klik! Link Download Minecraft Beta v.1.18.0 Gratis dan Resmi Mojang Studios

Faktor keenam, Ormas Nahdlatul Ulama (NU). “NU juga ikut berpengaruh, setidak-tidaknya untuk calon wakil presiden,” terang Saiful.

Saiful menjelaskan bahwa dalam sejarahnya, Megawati atau PDIP cenderung akan berkoalisi dengan tokoh-tokoh dari Nahdlatul Ulama.

Pada 2004, Megawati menggandeng Hasyim Muzadi, 2014 Jokowi-Yusuf Kalla, dan 2019 Jokowi-Makruf Amin. Ada kecenderungan PDIP memilih tokoh NU sebagai calon wakil presiden.

Baca Juga: Link Nonton DJS The Movie: Biarkan Aku Menari, Joko Tak Mengenali Wulan Hingga Ada Dita Secret Number

Saiful menyimpulkan bahwa dari kombinasi enam variabel itu, yang paling mungkin muncul adalah tiga poros atau tiga pasangan.

Poros pertama adalah PDIP. Partai ini bisa mengambil siapa saja, kemungkinan PPP agar suasana Islam bisa terbentuk.

Poros kedua adalah Gerindra. Suara partai ini tidak cukup, mereka membutuhkan setidaknya satu partai lain. Jika PKB bergabung, itu cukup untuk memasangkan Prabowo dan Muhaimin, misalnya.

“Poros ketiga adalah Golkar. Golkar bisa terbuka untuk Nasdem, Demokrat, atau PKS,” pungkasnya. ***

Editor: Administrator
Tags: hasilnyaPuan
Previous Post

Jasa Raharja Turut Edukasi Warga Soal Pajak

Next Post

BMKG Peringtkan Bencana Hidrometeorologi di 23 Perovinsi dan Terjadi Besok

Related Posts

Duel panas Bhayangkara FC vs Semen Padang FC
Nasional

Bhayangkara FC vs Semen Padang FC, The Guardian Datang dengan Modal Apik

24 Februari 2026 | 16:52
Duel Malut United vs Persija Jakarta
Nasional

Malut United vs Persija Jakarta, Persaingan 2 Tim Papan Atas Klasemen

24 Februari 2026 | 15:48
Tempat bukber di Tangerang
Nasional

Makin Asik Bareng Bestie! Cek 5 Rekomendasi Tempat Bukber Ramadan 2026 di Tangerang

24 Februari 2026 | 13:48
pekan 23
Nasional

Jadwal Pekan 23 Super League 2025-2026, Ada Derby Banten Persita vs Dewa United

24 Februari 2026 | 12:30
persib
Nasional

Persib Bandung Berhasil Raih Kemenangan Atas Persita di GBLA, Eliano: Kami Bertahan dengan Sangat Baik

24 Februari 2026 | 12:24
IPNU
Nasional

10 Ucapan Harlah IPNU ke-72 Tahun 2026, Penuh Makna dan Cocok Dibagikan di Medsos!

24 Februari 2026 | 12:00
Load More

Popular

  • Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

    Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukan Denda, Pemkot Cilegon Siapkan Sanksi Sosial untuk Pembuang Sampah Sembarangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegakkan SE Bupati, Satpol PP Kabupaten Serang Sisir Rumah Makan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akuatik Indonesia Kota Serang Lakukan Tes Limit Waktu Atlet Renang Untuk Persiapan Popda dan Porprov

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terbaru! Link Twibbon Harlah IPNU 2026, Cocok Dibagikan ke Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Serang Tekankan ASN Tingkatkan Profesionalitas di Bulan Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadwal Penukaran Uang Baru dari BI Periode ke-2 Wilayah Banten pada Ramadan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunan Krakatau Steel Mengadu ke Anggota Dewan, Buntut Perusahaan Alot Naikkan Dana Pensiun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Super League, Rekor Mentereng Persis Solo FC Siap Binasakan PSBS Biak di Manahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Kecelakaan kerja antara dump truk dan forklift di Pelindo Banten pada Selasa, 24 Februari 2026. (Kiriman Warga)

Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten saat Bongkar Muat Barang, Satu Orang Meninggal Dunia

24 Februari 2026 | 22:17
Pemkot Cilegon bersama Ditjenpas Banten usai melakukan MoU di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Selasa (24/2). Tia/Banten Raya

Kerja Sama dengan Ditjenpas Banten, Pemkot Cilegon Bakal Siapkan Pembimbing Agama Bagi Warga Binaan

24 Februari 2026 | 22:02
Ilustrasi : Vivo V70 Series. (Dok. Vivo)

Vivo V70 Elite Hadir dengan Snapdragon 8s Gen 3 dan Baterai 6500mAh

24 Februari 2026 | 21:47
Huawei smartband 11 . (Huawei.com)

Smartband Rasa Smartwatch, Ini Kelebihan Huawei Band 11 Terbaru

24 Februari 2026 | 21:38

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda