BANTENRAYA.COM – Di bawah ini akan diceritakan bagaimana tadarus atau bacaan Quran para salafus shalih selama bulan Ramadhan.
Diketahui, selain dinamakan bulan puasa, bulan Ramadhan juga dikenal dengan bulan tilawah atau bulan al-Quran.
Para ulama salaf ketika memasuki bulan Ramadhan, tidak kegiatan lain, selain memperbanyak tilawah al-Quran.
Bahkan, dalam kisah banyak para ulama yang mengkhatamkan al-Quran satu hari satu kali dalam bulan Ramadhan.
Seperti misalnya, Imam Syafii yang mengkhatamkan bacaan al-Quran sebanyak 60 kali selama bulan Ramadhan, yang dibaca dalam shalat dan di luar shalat.
Dikutip bantenraya.com dari buku Pedoman Puasa karya Hasbi Ash Shiddiqy di bawah ini contoh-contoh tadarus para salaf di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Restoran dan Warteg di Kota Serang Dilarang Buka Mulai Pukul 4 Pagi Sampai 4 Sore
1. Az Zuhri berkata apabila telah masuk bulan Ramadhan, bulan ini adalah bulan tilawah al-Quran dan memberi fakir miskin.
2. Ibnu Abdul Halim ketika telah masuk bulan Ramadhan tidak lagi mengadakan majelis ilmu. Beliau memusatkan himmahnya untuk membaca al-Quran.
3. Sufyan ats-Tsauri apabilan masuk bulan Ramadhan memusatkan dirinya untuk membaca al-Quran.
4. Aisyah istri Rasulullah saw membaca al-Quran di awal siang sebelum terbit matahari dan sesudah terbit matahari beliau tidur.
5. Zubaid Al Yami, apabila telah masuk bulan Ramadhan, mendatangkan sejumlah Mushaf ke rumahnya dan mengajak teman-temannya untuk membaca al-Quran.
Baca Juga: Surat dan Ayat yang Sangat Baik Dibaca Dalam Bulan Ramadhan, Salah Satunya Surat Ar Rahman
6. Imam Malik apabila telah memasuki bulan Ramadhan, tidak lagi duduk bersama ahli-ahli ilmu, sedang dirinya berfokus pada memperbanyak membaca al-Quran.
7. Al Aswad membaca al-Quran tiap dua malam sekali khatam.
8. Imam Qatadah mengkhatamkan al-Quran tiap tiga malam.
Itulah beberapa contoh interaksi para ulama salaf dengan al-Quran ketika sudah memasuki bulan Ramadhan.***



















