BANTENRAYA.COM – Pernyataan mengejutkan datang dari mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger yang mengatakan bahwa rakyat Rusia telah diberi informasi yang salah tentang serangan negara mereka di Ukraina, pada Kami 17 Maret 2022.
Mantan Gubernur California Arnold Schwarzenegger meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk segera menghentikan serangan mereka di Ukraina.
Dalam video berdurasi sembilan menit di akun Twitternya @Schwarzenegger, Mantan Gubernur California itu menyatakan bahwa Kremlin sengaja berbohong kepada Rusia dengan menyebutkan invasi itu dimaksudkan untuk ‘mendenazifikasi’ Ukraina.
Di mana, sebelumnya Rusia menggambarkan tindakannya atas Ukraina sebagai ‘operasi khusus’.
Baca Juga: Wilayah Bayah Banten Kembali Diguncang Gempa Bumi 5,1 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami
Pria yang pernah menjadi binaragawan itu menuturkan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy adalah seorang Yahudi.
“Ukraina tidak memulai perang ini, begitu pula nasionalis atau Nazi dan ini bukan perang rakyat Rusia,” ujar Arnold Schwarzenegger.
Dikutip bantenraya.com melalui Reuters, Republikan berusia 74 tahun, yang memulai sebagai binaragawan sebelum mencapai ketenaran di seluruh dunia dalam film aksi, meminta Putin untuk menghentikan invasi.
Schwarzenegger menerangkan bahwa ribuan tentara Rusia telah tewas sementara para pemimpin mereka berbohong kepada mereka.
“Dunia telah melihat keberanian Anda, sekarang kami tahu Anda telah menanggung konsekuensi dari keberanian Anda,” imbuhnya.
Schwarzenegger meminta Rusia untuk menyebarkan berita tentang ‘bencana manusia’ dan menginformasikan kepada pengunjuk rasa Rusia bahwa dunia sedang menonton.
“Hidup Anda, anggota tubuh Anda, masa depan Anda telah dikorbankan untuk perang yang tidak masuk akal,” pungkasnya kepada tentara Rusia.
Diketahui bahwa ayah dari Arnold Schwarzenegger memiliki pengalaman serupa sebagai tentara Austria selama Perang Dunia Kedua.
Menurut keterangan Reuters bahwa Invasi Rusia ke Ukraina merupakan invasi terbesar Eropa pasca Perang Dunia Kedua.
Baca Juga: Kelompok HAM Save The Children, Kecam Intimidasi Terhadap Anak-Anak Rusia
Invasi tersebut telah menghancurkan kota-kota Ukraina dan mengirim lebih dari 3 juta pengungsi melarikan diri ke negara-negara tetangga.
Tidak jelas berapa banyak orang di Rusia yang tahu tentang perang setelah Kremlin memutus akses ke berbagai saluran media dan situs web.***
















