BANTENRAYA.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan bahwa pemerintah tak terima diancam oleh pihak tertentu yang mencoba membatalkan ajang MotoGP 2022 di Mandalika, jika kewajiban karantina tetap diberlakukan bagi pelaku perjalanan luar negeri.
Menurut Menparekraf Sandiaga Uno, Indonesia sedang fokus dalam penanganan pandemi dan kebijakan ekonomi.
Oleh karena itu Sandiaga Uno menyatakan pemerintah tidak akan menerima ancaman dari pihak manapun yang mengaku siap untuk membatalkan ajang MotoGP 2022, dikarenakan kebijakan penanganan pandemi pemerintah.
Baca Juga: Link Live Streaming Liga 1 Pekan ke-20: Borneo FC vs Persib Bandung
Seperti diketahui bahwa, beberapa waktu lalu CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta berencana untuk membatalkan ajang MotoGP 2022, jika tetap memberlakukan aturan wajib karantina bagi peserta dan kru.
“Saya ingin sampaikan di sini secara tegas kita ini negara hukum. Indonesia adalah negara hukum yang sudah menerapkan pengendalian pandemi sesuai dengan kaidah terbaik, dan kita sudah menjadi best practice,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, di Jakarta pada Senin 17 Januari 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno menyampaikan bahwa travel bubble menjadi skema yang diterapkan pada periode karantina yang berlaku untuk kru, pebalap, dan penyelenggara resmi (official) MotoGP.
Ketentuan karantina tersebut mengatur kru, pebalap, dan official MotoGP untuk menginap di sebuah hotel khusus yang sudah dipersiapkan.
Seluruh petugas yang terlibat di hotel maupun di Sirkuit Mandalika seperti sopir, pengurus hotel, petugas kebersihan, dan kru lokal, tak diizinkan berinteraksi secara fisik dengan pihak di luar bubble.
Sehingga pebalap, kru, dan officials MotoGP tetap dapat melakukan persiapan yang diperlukan walaupun pada saat sedang melakukan karantina.***



















