BANTENRAYA.COM – Yahya Cholil Staquf atau lebih akrab dipanggil Gus Yahya secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau Ketua Umum PBNU.
Gus Yahya mengalahkan petahana Said Aqil Siradj di Muktamar ke-34 NU di Lampung, Jumat 24 Desember 2021.
Berikut profil Gus Yahya, pria yang lahir di Rembang, Jawa Tengah pada 16 Februari 1966.
Baca Juga: Rekomedasi 5 Hotel di Anyer yang Cocok untuk Libur Nataru, Nyaman dan Pemandangannya Bikin Betah
Gus Yahya semasa muda menjadi aktivis HMI dan menjadi pentolan HMI sampai menjadi Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta.
Itu dilakukan secara berjenjang usai dirinya juga menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol)
Selanjutnya, Gus Yahya mendapatkan undangan secara pribadi oleh salah satu simpul jaringan internasional Gus Dur untuk berbicara di forum yang sama seperti yang dilakukan Presiden keempat Indonesia tersebut 16 tahun sebelumnya.
Baca Juga: Innalillahi, Mantan Wakil Walikota Serang Sulhi Choir Meninggal Dunia
Pada Juni 2018, Yahya Cholil Staquf menjadi pembicara perdamaian dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel.
Dimana Gus Yahya memenuhi undangan tersebut karena sudah memutuskan untuk berupaya meneruskan ikhtiar-ikhtiar Gus Dur menuju perdamaian.
Dalam forum itu juga, Gus Yahya menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama.
Baca Juga: 25 Link Twibbon Selamat Hari Natal 25 Desember, Terkeren, Terbaru dan Terpopuler
Dia menawarkan perdamaian dunia melalui jalur-jalur penguatan pemahaman agama yang damai.
Gus Yahya memiliki kedekatan dengan Gus Dur karena pernah menjadi juru bicaranya saat menjabat sebagai presiden.
Pada era Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta sejak 31 Mei 2018 hingga kini.
Baca Juga: Link Nonton Film 2012, Gambaran Kiamat yang Menyeramkan
Gus Yahya juga memiliki jaringan internasional sejak tahun 2014 dengan menjadi salah satu inisiator/pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat yaitu Bayt Ar-Rahmah Li ad-Da’wah Al-Islamiyah rahmatan Li Al-alamin.
Institut itu mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam. ***
(Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran-rakyat.com dengan judul “Profil dan Rekam Jejak Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf: Pernah Jadi Pembicara di Israel“)
















