BANTENRAYA.COM – Ustad Adi Hidayat mengatakan, setiap Desember selalu mengemuka perbincangan tentang hukum mengucapkan selamat Natal bagi muslim.
Lalu bagaimana hukum mengucapkan selamat Natal bagi muslim kata ustad Adi Hidayat?
Menurut ustad Adi Hidayat, hukum mengucapkan selamat Natal bagi muslim bergantung dari dua hal, yaitu apakah Natal merupakan ritual ibadah atau muamalah.
Baca Juga: Tiga Kampung di Kabupaten Pandeglang Kebanjiran, Ratusan Rumah Warga Terendam
Bila Natal merupakan muamalah atau perbuatan dalam kehidupan sosial, tidak berkaitan dengan ibadah suatu umat, maka boleh saja mengucapkan selamat Natal.
Namun bila Natal merupakan ibadah atau rangkaian ibadah, maka muslim tidak boleh mengucapkan selamat Natal.
Sebab bila mengucapkan, maka dianggap ikut dalam ibadah umat Nasrani.
Baca Juga: 433 Peserta Seleksi Berebut Jadi PPNPN Kanwil BPN Banten
Ustad Adi Hidayat pun kemudian mengutip situs resmi Kementerian Agama RI dan mendapatkan kalimat bahwa Kementerian Agama RI menyebut bahwa Natal adalah ibadah.
Sehingga, hukumnya menjadi jelas, muslim tidak boleh mengucapkan selamat Natal, karena itu berarti seperti ikut dalam ritual ibadah umat Nasrani.
“Kemenag meyakini bahwa Natal merupakan bagian dari ibadah. Umat Kristen juga memahami Natal sebagai ibadah,” kata ustad Adi Hidayat dikutip bantenraya.com dari YouTube Adi Hidayat Official, Selasa 21 Desember 2021.
Baca Juga: Lestarikan Seni Calung Renteng, Abah Kalimi Asal Cibitung Dapat Anugerah Kebudayaan Indonesia
Karena Natal merupakan bagian dari ibadah, maka umat Islam menyikapinya dengan skema “Lakum dinukum wa liyadin (bagimu agamamu bagiku agamaku),” kata ustad Adi Hidayat.
Ustad Adi Hidayat mengatakan, toleransi beragama tidak harus ditunjukkan dengan mengucapkan selamat ketika umat lain merayakan hari keagamaan mereka.
Dengan membiarkan umat lain beribadah dengan tenang, tanpa gangguan, hal itu juga merupakan wujud dari toleransi beragama.
Baca Juga: Kampung Curug Dulang Juara Umum LKBA Tahun 2021, Ini Besaran Hadiah yang Diterima
Lagipula menurutnya, tidak pernah ada paksaan dari umat lain kepada umat lainnya untuk mengucapkan selamat ketika perayaan keagamaan.
Seperti contoh umat Islam tidak pernah memaksa umat lain untuk mengucapkan Idul Fitri ketika hari Lebaran tiba, misalnya.
Begitu juga ketika Natal datang tidak pernah ada umat Nasrani yang memaksa agar umat lain mengucapkan selamat Natal. ***



















