BANTENRAYA.COM – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara diterjang banjir serta longsor.
Akibatnya, 74 desa dari 16 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal terendam banjir hingga mengalami longsor yang menyebabkan 4 desa terisolasi.
Atas peristiwa tersebut Bupati Mandailing Natal Jakfar Sukhairi Nasution kini menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor di daerahnya mulai 18 hingga 31 Desember 2021.
Baca Juga: 15 Gempa Bumi Terjadi di Banten dalam Sepekan Terakhir, Ada yang Merasakan?
Status yang berlangsung selama 14 hari itu ditetapkan dalam surat keputusan Bupati Madailing Natal Nomor 360/0947/K/2021 berdasarkan hasil rapat Forkopimda.
Status darurat diputuskan dengan mempertimbangkan curah hujan yang sangat tinggi mengakibatkan banjir, longsor, sehingga mengganggu kehidupan masyarakat.
Selain itu, banjir dan longsor menimbulkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di Mandailing Natal.
Baca Juga: Akhir Pekan Jelang Nataru Penumpang di Pelabuhan Merak Naik 15 Persen, Kendaraan Naik 14 Persen
Jakfar juga menerbitkan Surat Keputusan Nomor 360/0948/K/2021 tentang Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Mandailing Natal.
Posko akan dikomandoi oleh Sekretaris Daerah Maidiling Natal Gozali.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Mandailing Natal Sahnan Pasaribu mengatakan, banjir dan longsor terjadi karena hujan deras yang mengguyur Mandailing Natal.
“16 kecamatan kita terlanda, meliputi 74 desa, sebagian besarnya itu ada banjir, sebagiannya lagi ada longsoran sehingga memutus akses kawasan pantai barat,” ujarnya, Minggu 19 Desember 2021.
“Kita nggak bisa lalui karena genangan air yang tinggi di perbatasan Sumatera Barat dengan kita di Kecamatan Ranto Baek, dari sana kita nggak bisa masuk,” ucapnya.
Diungkapkannya, terdapat puluhan titik longsor dari arah ibu kota Mandailing Natal menuju pantai barat yang belum bisa dimasuki karena ada genangan di beberapa desa.
Baca Juga: 4 Pemuda Pelaku Penyalahgunaan Ganja dan Obat Keras Dibekuk Satnarkoba
“Kemudian dari arah Tapanuli Selatan juga kita nggak bisa masuk, dari Batangtoru,” sebut Sahnan.
Diungkapkannya, terdapat empat desa di Kecamatan Muara Batang Gadis dihuni oleh sekitar 2.400 warga kini terisolasi.
Keempat desa itu belum bisa dilalui kendaraan akibat banjir dengan ketinggian di atas satu meter dan juga terdapat longsor.
Baca Juga: Duh! Covid-19 Muncul Lagi di Lebak, 2 Warga Positif dan Diisolasi
Akibat banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, lanjut Shanan, sebagian warga mengungsi ke posko pengungsian setempat.
Sebagian warga juga ada yang mengungsi ke tetangga atau sanak keluarga yang tidak berdampak. ***


















