BANTENRAYA.COM – Tayang perdana semalam pada Sabtu 18 Desember 2021, drama Korea (drakor) Snowdrop yang dibintangi Jisoo Blackpink malah dapat petisi penghentian penayangan.
Seperti yang diketahui, Jisoo Blackpink membintangi drakor Snowdrop yang merupakan debut perdananya di dunia seni peran.
Drakor Snowdrop yang dibintangi Jisoo Blackpink sendiri menceritakan tentang kisah cinta pria dan wanita di masa pemberontakan tahun 1987.
Baca Juga: 74 Desa di Mandailing Natal Terendam Banjir, Ribuan Warga Terisolasi
Setelah episode perdananya tayang, pagi tadi kembali muncul petisi ke Blue House tentang permintaan penghentian penayangan drakor Snowdrop.
Petisi tersebut telah mendapat lebih dari 150.000 tanda tangan persetujuan per jam 8 malam waktu Korea Selatan.
Seperti yang dikutip Bantenraya.com dari postingan Instagram @coppamagz alasan utama permintaan penghentian penayangan adalah penyimpangan sejarah.
Baca Juga: 15 Gempa Bumi Terjadi di Banten dalam Sepekan Terakhir, Ada yang Merasakan?
1. Pihak produksi meyakinkan tidak ada karakter utama yang ikut pergerakan demokrasi dan sama sekali tidak ada pergerakan demokrasi di naskahnya.
Namun ternyata di episode 1 langsung ditunjukkan pemeran utama seorang mata-mata disalahpahami sebagai aktivis.
2. Ada banyak korban pergerakan 1987 yang masih hidup sampai sekarang. Kala itu NSA (National Security Agency) membuat pembenaran menyiksa sampai membunuh aktivis atas dasar dugaan adanya mata-mata komunis di tengah aktivis.
Baca Juga: Masih Bayi, Rayyanza Malik Ahmad Putra Kedua Raffi Ahmad Dapat Hadiah Luar Biasa dari Sang Ayah
Di drama Snowdrop seolah-olah pembenaran NSA itu benar terjadi.
3. Pemutaran lagu Dear Pine di adegan mata-mata dikejar oleh petugas NSA. Dear Pine adalah lagu yang melambangkan pergerakan aktivis demokrasi kala itu.
4. Penayangan drama di platform OTT global menambah penyebaran informasi sejarah yang tidak sesuai fakta.
Baca Juga: PPKM Level 3 Resmi Dibatalkan, 5 Tempat Wisata Ini Cocok Dikunjungi Saat Libur Nataru
5. Korea Selatan adalah negara demokrasi yang mendapat demokrasinya bukan tanpa usaha melainkan melalui luka dan pengorbanan masyarakat.
Sejarah pergerakan demokrasi juga masih segar diingatan karena baru terjadi 30 tahun lalu.
Sebelum drakor Snowdrop tayang, beberapa bulan lalu juga sudah ada petisi untuk menghentikan produksi drama tersebut.
Baca Juga: Maksimalkan Vaksinasi, Pos Pelayanan Vaksin Disiapkan di Titik Keramaian
Pihak Blue House sudah memberikan tanggapan bahwa pemerintah tidak bisa ikut campur dalam proses kreativitas suatu karya.
Alasannya adalah kebebasan berekspresi dan menyerahkan keputusannya ke Komisi Penyiaran serta stasiun TV itu sendiri. ***
















