BANTENRAYA.COM – Ini 8 koleksi arca yang ada di Istana Kepresidenan Yogyakarta yang memancarkan keanggunan, bernilai sejarah yang tinggi, dan setiap detail ukiran, sikap tangan, hingga simbol yang memiliki makna tersendiri.
Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta menyimpan banyak sejumlah arca bersejarah yang memiliki ciri khas masing-masing.
Arca tersebut merupakan bagian dari koleksi seni Museum istana yang tersebar di berbagai sudut istana.
Dikutip Bantenraya.com dari akun Instagram Kementrian Sekretariat Negara @kemensetnag.ri, terdapat 8 arca yang memiliki nilai seni dan ciri khas masing-masing.
Baca Juga: BPBD Sebut Banten Tak Terdampak Gempa Cikarang Tetap Warga Diminta Waspada
Berikut 8 koleksi arca yang berada di Istana Kepresidenan Yogyakarta yaitu:
1. Stupa Dagoba, atau lebih dikenal dengan nama Tugu Lilin yang merupakan monumen batu setinggi 3,5 meter yang terletak di depan Gedung Induk Istana Kepresidenan Yogyakarta.
2. Dhyani Budha Amithaba, memiliki ciri arca duduk bersila (yogasana), dhaya mudra (sikap samadi) dengan kedua tangan di atas pangkuan (mudra). Pada umumnya arca ini memakai simbol lotus (kuncup teratai), dan dengan baju pendeta dan menempati arah mata angin sebelah barat.
3. Dhyani Budha Ratnasambhawa, merupakan Dhyani Budha masa datang (ketiga). Memiliki ciri-ciri duduk bersila (Paryankasana), sikap tangan waramudra atau memberi anugerah, dan menempati arah mata angin sebelah selatan.
4. Bodhisatwa Awalokiteswara, atau padmapani duduk bersila, sikap tangan kanan memberi anugerah (waramudra), dan tangan kiri menghalau rasa takut (abhayamudra). Awalokiteswara adalah bodhisatwa dan merupakan pengejawantahan dari Dhyani Budha Amithaba. Arca ini merupakan yang paling terkenal dan sakti karena tara putih yang menguasai mata angin sebelah barat.
Baca Juga: Dukung Adhyaksa FC Banten, Pemkab Lebak Perintahkan Kades Akomodir Suporter
5. Bodhisatwa Manjusri merupakan yang tertua, dengan ciri-ciri adalah duduk bersila (paryankasana), sikap tangan memberi anugerah (waramudra), membawa atribut pedang dan tangan kiri membawa padma yang diatasnya ada pustaka (buku).
6. Locana adalah arca sakti (istri) Dhyani Budha Vairocana, dengan ciri-ciri posisi duduk bersila, sikap tangan dharmacakramuda (memutar roda dharma).
7. Dewi Tara merupakan istri (sakti) dari Bodhisatwa Awalokiteswara. Memiliki ciri-ciri tangan kanan bersikap waramudra (memberi anugerah) dan tangan kiri membawa bunga padma (teratai), serta sikap duduk bersila (paryankasana).
8. Singa biasanya disebut sebagai arca penjaga karena biasanya diletakkan di depan pintu masuk ke candi atau bangunan kuno, khususnya pada bangunan budhistis.(***)















