BANTENRAYA.COM – Dinas Pertanian Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan plastik hitam sebagai pembungkus daging kurban.
Alasannya, plastik jenis ini dianggap berbahaya bagi kesehatan karena terbuat dari bahan daur ulang dan mengandung zat kimia yang mudah terserap ke dalam daging.
“Plastik hitam itu tidak aman untuk makanan. Kandungan kimianya tinggi, sementara daging sangat mudah menyerap zat dari luar. Jadi, lebih baik gunakan plastik bening food grade atau wadah lain yang bersih,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian Banten, drh. Ari Mardiana, Sabtu, 7 Juni 2025.
Baca Juga: Wajib Tahu! 10 Ide Self Reward Murah Meriah di Akhir Pekan yang Bikin Bahagia Tanpa Harus Boros Uang
Ari juga mengingatkan masyarakat untuk memisahkan antara daging merah dan jeroan saat pengemasan. Pencampuran keduanya dapat mempercepat pembusukan dan berisiko terhadap kesehatan penerima daging.
“Jangan dicampur. Jeroan lebih cepat rusak, kalau dibungkus bareng daging bisa merusak semuanya,” jelasnya.
Selain soal kemasan, Ari menegaskan bahwa proses penyembelihan dan distribusi daging kurban harus memenuhi prinsip ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Baca Juga: GRATIS! Link Twibbon dan Poster Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia 2025, Keren dan Elegan
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Tauchid juga turut mengimbau kepada warga Banten untuk tidak menggunakan plastik berwarna hitam maupun warna lainnya untuk membungkus daging kurban.
Menurutnya, larangan penggunaan plastik hitam untuk membungkus daging kurban adalah langkah preventif demi melindungi masyarakat dari paparan zat berbahaya. Ini juga bagian dari edukasi agar masyarakat lebih sadar pentingnya keamanan pangan dalam distribusi daging kurban.
“Ketika daging kurban yang masih segar dan berlemak dibungkus dengan plastik hitam, lemak dan cairan daging bisa melarutkan zat berbahaya dari plastik. Zat ini bisa meresap ke dalam daging, dan jika dikonsumsi, berisiko bagi kesehatan manusia,”ungkapnya.
Baca Juga: Idul Adha Berduka! Sebanyak 450 Rumah di Kapuk Muara, Jakarta Utara Terbakar Habis
“Panitia juga harus memastikan tempat penyembelihan itu bersih, dan ada pengelolaan sampahnya. Jangan sampai, hari raya yang kita sambut secara suka cita ini malah nantinya menimbulkan dampak lingkungan yang beresiko pada kesehatan masyarakat akibat tidak adanya pengelolaan limbah kurban, seperti darah dan jeroan hasil penyembelihan,” pungkasnya.***

















