BANTENRAYA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim kebijakan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Rabu berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah penumpang Transjakarta.
Dikutip dari laman resmi beritajakarta.go.id, Pramono mengklaim jika sejak aturan itu diterapkan, lonjakan penumpang mencapai 100 ribu dalam satu hari.
“Ketika ASN hari Rabu kita minta untuk naik transportasi umum, kenaikan Transjakarta dari 1,3 juta menjadi 1,4 juta. Artinya ada kenaikan 100 ribu,” kata Pramono.
Diketahui, kebijakan ini diatur melalui Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi Pegawai di Lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Pramono menyebut, dengan sekitar 62 ribu ASN di wilayah Jakarta dan sekitarnya, dampak dari kebijakan ini dinilai signifikan terhadap pola mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Garuda Calling! Resmi Sebanyak 32 Pemain Timnas Indonesia Dipanggil untuk Hadapi China dan Jepang
Ia juga mengatakan, selain ASN, keluarga mereka kemungkinan turut terdorong menggunakan angkutan umum setiap hari Rabu. Ini dinilai sebagai efek berantai positif terhadap budaya transportasi publik dan upaya pengurangan kemacetan.
“Bukan hanya ASN-nya, bisa jadi anak, istri, suami ikut-ikutan juga naik angkutan umum. Ini akan berdampak luas,” ujarnya.
Pramono menyampaikan, Pemprov DKI akan terus memperluas jangkauan dan kenyamanan transportasi publik, termasuk pembukaan rute-rute baru agar kebijakan ini makin efektif.
“Kami optimistis, dengan perencanaan yang baik, penggunaan transportasi umum akan semakin efektif mengurangi kemacetan Jakarta,” jelasnya.
Gubernur Pramono sendiri memastikan konsistensinya menjalankan kebijakan ini, dengan turut menggunakan transportasi umum saat bekerja setiap Rabu.
“Untuk itu, setiap Rabu akan terus kami lanjutkan,” tegasnya.(***)



















