BANTENRAYA.COM – Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh menyatakan dukungannya terhadap aksi para mahasiswa yang menolak pengesahan revisi Undang-undang (UU) TNI.
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah juga menyatakan bahwa revisi UU TNI tidak substansial dalam mendukung segala tugas-tugas tentara.
Selain itu, Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah menyebut bahwa revisi UU TNI itu tidak substansial dan justru menimbulkan berbagai kekhawatiran.
Baca Juga: Tarif Listrik Tak Lagi Diskon Banten Alami Inflasi 2,02 Persen Pada Maret 2025
Termasuk adanya kekhawatiran kembalinya dwifungsi Militer di Indonesia melalui revisi UU TNI yang telah disahkan.
Dikutip Bantenraya.com dari laman resmi nu.or.id pada Senin, 7 April 2025, berikut pernyataan Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah yang menyatakan bahwa revisi UU TNI tidak substansial mendukung tugas utama negara.
“UU TNI hasil revisi saat ini bagi saya tidak substansial untuk mendukung tugas utamanya. Lagian kalau dengan alasan sipil tidak becus menjalankan tugas sehingga pos sipil tersebut harus diduduki personel TNI aktif, saya kira kurang kuat alasannya,” kata Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah.
Baca Juga: Pasca Libur Lebaran, Robinsar Tegaskan ASN Tak Ada Yang Kerja Santai
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah menegaskan bahwa aksi yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk kewaspadaan terhadap potensi penyimpangan yang dapat terjadi akibat adanya revisi UU TNI.
Dirinya melihat adanya aksi demontrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut tidak hanya dipicu oleh UU TNI, tetapi juga oleh berbagai permasalahan lain yang dihadapi masyarakat.
“Aksi adik-adik mahasiswa atas disahkannya RUU tersebut menunjukkan bahwa mereka membaca sejarah pengalaman kita pada masa Orde Baru. Kekhawatiran mereka wajar. Selain itu, saya melihat bahwa demo tersebut tidak hanya dilatarbelakangi oleh UU TNI saja, tapi banyak hal, termasuk pandangan mereka bahwa pemerintah baru ini belum bisa mengarah pada perbaikan ekonomi, politik, sosial, budaya,” katanya.
Baca Juga: Banyak Posisi, Lowongan Kerja PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk untuk Lulusan S1
Lebih lanjut, KH Ubaidullah juga menyayangkan adanya sikap pemerintah yang tidak memberikan respons terhadap aspirasi para mahasiswa.
Ia menekankan bahwa pejabat negara saat ini juga berasal dari kalangan akademisi yang seharusnya memahami posisi mahasiswa sebagai penerus bangsa kepemimpinan bangsa.
“Sangat disayangkan apabila respons terhadap sikap junior tidak direspons semestinya. Hal ini akan berakibat apatis terhadap daya kritis untuk memperbaiki keadaan pada kader-kader (sekarang mahasiswa) pemimpin bangsa selanjutnya,” ujarnya.
Baca Juga: Kenapa Banyak Pernikahan Setelah Lebaran atau di Bulan Syawal? Begini Penjelasannya
Kekerasan Aparat Berlebihan
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah mengecam adanya tindakan aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi mahasiswa.
Ia menilai bahwa penggunaan kekerasan, termasuk penghalangan ambulans, adalah tindakan yang tidak manusiawi dan justru menambah kekhawatiran akan kembalinya dwifungsi militer.
Baca Juga: Bupati Tangerang Siapkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Setelah Tinjau TPA Jatiwaringin
“Kalau ada kekerasan dan kebrutalan sampai menghalangi ambulans, maka sungguh ini tindakan yang tidak manusiawi dan malah akan menambah kekhawatiran mahasiswa dan masyarakat akan kembalinya dwifungsi,” ucapnya. ***



















