BANTENRAYA.COM – Cuaca ekstrem kerap terjadi dalam dua pekan terakhir.
Bahkanm cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angina kencang hingga gelombang tinggi terjadi di wilayah Provinsi Banten, termasuk di sekitar jalur menuju Pulau Sumatera.
Pelabuhan Merak yang menjadi urat nadi penyeberangan dari Jawa ke Sumatera juga sempat terganggu akibat gelombang tinggi dan angina kencang.
Bahkan, Pelabuhan Merak juga dilakukan penutupan beberapa jam pada Desember 2024 ini.
Baca Juga: Disperindagkop UKM Kota Tangerang Sidak Pemeriksaan Produk Terbungkus di Mal hingga Supermarket
Mengantisipasi hal buruk akibat cuaca ekstrem, Polres Cilegon saat ini sudah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas arus mudik Natal dan Tahun BAru 2025 atau Nataru.
Kapolres Cilegon AKBP Kemas Indra Natanegara mengaku telah melakukan beberapa langkah persiapan menghadapi arus mudik Nataru tahun ini.
“Pertama kita sudah survey sama instansi terkai termasuk Pak Kapolda (Kapolda Banten Irjen Pol Suyudi Ario Seto), Pj Gubernur, Dinas Perhubungan, Korlantas, ASDP, KSOP, kita melakukan pengecekan pekan lalu sarana prasarana di tiga pelabuhan yang ada di Banten,” kata Kemas kepada awak media pada Selasa, 17 Desember 2024.
Kemas menjelaskan, pelabuhan yang telah ditinjau dan dipersiapkan untuk arus mudik Nataru yaitu Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Bojonegara Kabupaten Serang.
“Kami juga menyiapkan buffer zone di Pelabuhan Indah Kiat Cilegon,” katanya.
Baca Juga: Untirta Pertahankan Predikat Badan Publik Informatif Selama Empat Tahun Berturut-turut
Menurut Kemas, pihaknya juga menyiapkan 166 personel Polres Cilegon ditambah dari Mabes Polri dan Polda Banten.
“Total ada 517 personel yang dilibatkan arus mudik Nataru. Kita bangun Sembilan Pos Pengamanan yang akan disii petugas Dinas PErhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan sebagainya, ditambah lagi dua pos pelayanan di wilayah Anyer untuk arus wisata dan di Pelabuhan Merak,” tuturnya.
Sembilan Pos Pengamanan yang disiapkan Polres Cilegon seperti di Cikuasa Atas, Gerem Atas, Gerem Bawah, Hotel Soni, Simpang Landmark, PCI, da nada beberapa titik lain.
“Jika adanya crowded atau kemacetan sudah kita siapkan, kalau Tol dari perbatasan Banten sampai Tol Merak dikendalikan Direktorat Lalu Lintas Polda Banten, kalau setelah tol Merak ke Pelabuhan oleh Polres Cilegon, termasuk Cilegon Timur sampai Bojonegara itu kendali Polres Cilegon,” paparnya.
Jika di area Pelabuhan Merak kondisi lalu lintas penuh, akan dilakukan delaying system di Tol Tangerang-Merak bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Banten.
Baca Juga: PW GPMI Provinsi Banten Tolak PIK 2 di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang
“Kendaraan roda 2, dan Roda 6 ke atas diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan. Bus dan mobil pribadi ke Pelabuhan Merak, kalau truk besar roda 8 ke atas ke Pelabuhan BBJ Bojonegara,” paparnya.
Menurut Kemas, dermaga di Pelabuhan Merak apabila ada cuaca ekstrem akan dilakukan penundaan operasional.
“Saat cuaca buruk, kapal tidak berlayar. Supaya tidak jadi penumpukan di Tol kita lakukan rekayasa, akan kita keluarkan di Pintu Tol terdekat seperti Serang Timur, Serang Barat, Cilegon Timur, Cilegon Barat, itu bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Banten,” paparnya.***



















