BANTENRAYA.COM – PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, akan memasok listrik dari sumber yang terbarukan atau energi hijau ke 165 ribu Base Transceiver Station atau BTS milik XL Axiata.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi atau UID Jakarta Raya Lasiran mengatakan, pihaknya siap memenuhi kebutuhan pelanggan akan energi hijau melalui produk Renewable Energy Certificate atau REC.
“REC merupakan sertifikat energi terbarukan berstandar internasional yang dikeluarkan PLN untuk menyatakan bahwa energi listrik yang disalurkan ke tempat pelanggan berasal dari pembangkit energi terbarukan. Kami bangga dapat mendukung XL Axiata,” kata Larisan dalam keterangan tertulis yang diterima Bantenraya.com, Selasa 3 Desember 2024.
Selain itu, dilakukan juga pemanfaatan teknologi digitalisasi dan automasi, terutama implementasi teknologi Advanced Metering Infrastructure dan Automated Meter Reading untuk memantau konsumsi listrik secara real-time dan efisien.
Baca Juga: Link Nonton Parole Examiner Lee Episode 6 Sub Indo Full Movie dan Spoiler Bukan Drakorindo
“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengurangi jejak karbon dan mendukung keberlanjutan lingkungan,” jelas Larisan.
Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O Baasir menambahkan, kerjasama ini memberikan manfaat signifikan bagi XL Axiata dan pelanggannya.
“Dengan memanfaatkan teknologi digital dan transisi energi hijau, kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan sambil menjaga kelestarian lingkungan,” tutur Marwan.
Menurutnya, kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik yang lebih tinggi, pengurangan biaya operasional, dan mendukung komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui penggunaan energi hijau.
Baca Juga: Love Your Enemy Episode 5 Sub Indo: Yoon Ji dan Mun Su Makin Dekat, Seok Ji Cemburu?
“Pelanggan akan merasakan peningkatan kualitas layanan telekomunikasi yang didukung oleh pasokan listrik yang lebih andal,” ucapnya.
Meskipun menawarkan berbagai keunggulan, implementasi teknologi ini menghadapi beberapa tantangan.
Salah satunya adalah keterbatasan perangkat digital meter di sejumlah wilayah, yang menjadi kendala dalam pencatatan data yang akurat.
Hingga 2024 XL Axiata memiliki BTS 4G sekitar 110.000 unit dan tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik (fiberized) mencapai 63 persen.
“Fiberisasi BTS tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang,” kata Marwan.***
















