BANTENRAYA.COM – Beberapa bulan lalu, Pendeta terkenal Gilbert Lumoindong menuai kontroversi setelah membuat lelucon yang dianggap melecehkan agama Islam.
Pendeta Kristen Protestan bernama Gilbert yang memiliki banyak pengikut ini menyampaikan pernyataan kontroversial di media sosial, yang memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Kasus ini bermula ketika Pendeta Gilbert menyampaikan sindiran terkait zakat 2,5 persen dari harta untuk menyucikan diri.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Islam 1446 Hijriah, Berikut Niat Puasa Muharram, Tasua, dan Asyura
Ia membandingkan jumlah zakat yang dikeluarkan masing-masing agama, dan menyatakan bahwa zakat umat Kristiani lebih besar daripada umat Muslim.
Selain itu, Gilbert juga membuat pernyataan mengenai ibadah dalam agama Islam yang dianggapnya terlalu rutin dan melelahkan.
Menurutnya, ibadah Kristen yang melibatkan berdiri, bernyanyi, dan bertepuk tangan lebih sederhana dibandingkan dengan gerakan sholat yang melibatkan berdiri hingga sujud.
Baca Juga: Kompetisi AHM Best Student 2024 Resmi Dibuka, Berhadiah Honda Beat dan Uang Tunai
Pernyataan ini dianggap sangat sensitif dan menyakiti perasaan umat Islam.
Rekaman ceramahnya yang viral di media sosial memicu kecaman luas, salah satunya dari akun TikTok @tommyandsisi, yang memposting ulang klip tersebut.
Netizen pun bereaksi keras. Salah satu komentar dari @sri*** menekankan manfaat kesehatan dari gerakan sholat yang oleh Pendeta Gilbert dianggap ribet.
Sementara itu, @nia*** mengkritik dengan sinis, menulis, “Minta maaf kelar yaa smua… dan next klo ad kasus ini lagi, ahh cm mnta maaf jg kelar”.
Menghadapi gelombang kritik, Pendeta Gilbert menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Ia menyatakan penyesalannya atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh ceramahnya yang menyinggung soal salat dan zakat dalam Islam.
Baca Juga: Pacaran di Korea Selatan Dibayar Rp11 Juta, yang Menikah Lebih Wah Lagi Sampai Rp236 Juta
Kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga sensitivitas antarumat beragama di Indonesia.
Semoga dengan permintaan maafnya, pendeta Gilbert dapat memperbaiki hubungan dan mempererat toleransi antarumat beragama di masa mendatang. ***
















