BANTENRAYA.COM – penemuan Arca di Taman Nasional Ujung Kulon atau TNUK, Kabupaten Pandeglang, Banten membuat heboh.
Kawasan TNUK sebagai lokasi penemuan arca dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.
Terletak di bagian paling barat dari Pulau Jawa, TNUK tempat penemuan arca yang kemarin heboh telah ditetapkan sebagai Natural World Heritage Site oleh UNESCO pada tahun 1992.
Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Hari Musik Sedunia 2024, Cocok Dibagikan di Media Sosial Secara Gratis
Selain menjadi kawasan konservasi, keindahan alam TNUK menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik untuk dijelajahi.
Salah satu taman nasional tertua di Indonesia ini dikenal sebagai suaka bagi satwa endemik Badak Jawa. Bahkan, banyak menyimpan benda-benda cagar budaya.
Baru-baru ini, petugas Balai TNUK, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VIII Kementerian Riset, Teknologi dan Kebudayaan atau Kemenristekbud melakukan observasi terhadap temuan objek berupa Arca yang diduga merupakan cagar budaya di Gunung Payung.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Krida Pertanian 2024 Desain Menarik, Cocok Jadikan Profil di Medsos
Dengan temuan benda Arca diharapkan menjadi informasi penting terkait kehidupan di masa lampau yang berada di wilayah tersebut dan juga menjadi kekayaan budaya bagi TNUK.
Kepala Balai TNUK Pandeglang, Ardi Andono melalui Bagian Humas dan Kerjasama, Andri Firmansyah membenarkan, penemuan benda Arca tersebut tengah dilakukan penelitian lebih mendalam.
“Benda cagar budaya Arca ditemukan di Gunung Payung TNUK, terdiri dari empat Arca Pion, dan dua Arca Kepala,” katanya, Jumat 21 Juni 2024.
Baca Juga: Hasil Pileg di 46 TPS di Kabupaten Serang Bakal Diperiksa Ulang
Dijelaskannya, tim Kemenristekbud telah melakukan observasi terhadap temuan benda berupa Arca. Sehingga benda itu masih harus dilakukan penelitian.
“Masih harus diperdalam keterkaitan dengan situs yang lainnya karena jika dilihat dari motif, jenis batuan dan pahatan berbeda dengan situs-situs lain yang pernah dijumpai,” ujarnya. ***



















