BANTENRAYA.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tuduhan yang disampaikan Haris Azhar terhadap dirinya tidak benar.
Luhut menilai tuduhan Ia bermain di pertambangan Freeport di Papua adalah adalah rekaan, fitnah, pencemaran nama baik dan berita bohong.
Hal itu disampaikan Juniver Girsang, kuasa hukum Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Tahun 2022 Pemkot Serang Rencanakan Bangun 100 Jamban Individual, Segini Alokasinya
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube @Najwa Shihab, Juniver Girsang menyampaikan pernyataan itu dalam dialog Mata Najwa dengan judul “Kritik, Panik Nggak” dan diunggah pada Kamis, 30 September 2021.
“Ini adalah rekaan, fitnah, pencemaran (nama baik-red) dan berita bohong,” ujar Juniver.
Juniver mengatakan, setelah mempelajari dokumen yang dimiliki Haris Azhar yang mengatakan bahwa ada peran Luhut di pertambangan di Papua, ia menyimpulkan hal sebaliknya.
Baca Juga: Yakin Bisa! Tiba di Papua, Wagub Banten Beri Semangat Atlet PON Raih Prestasi
“Saya mencermati tidak ada satu kata pun, satu redaksi yang menyatakan, ada Lord Luhut di balik operasi militer di Intan Jaya,” katanya.
Juniver menerangkan, keberatan Luhut pada pernyataan Haris adalah bahwa Luhut bermain di pertambangan yang ada di Papua.
Ia juga mempersoalkan kajian yang dijadikan untuk menyerang Luhut yang dia bilang bukan kajian ilmiah.
Baca Juga: Hujan Kencang Melanda, Brakk! Tujuh Rumah di Lebak Tertimpa Pohon Tumbang
“Jadi Luhut bisa dibilang bermain di pertambangan-pertambangan di Papua yang terjadi. Ini bukan kajian ilmiah tapi ternyata judulnya kajian cepat,” kata Juniver. ***



















