BANTENRAYA.COM – Kasus tragis yang melibatkan Gaga Muhammad dan kisah serupa yang terjadi di Pandeglang menunjukkan beberapa persamaan mencolok.
Diketahui kisah yang mirip di Pandeglang ini juga disebut warganet sebagai Gaga Muhammad part 2.
Kedua insiden ini terjadi pada akhir tahun, melibatkan wanita yang menjadi korban, dan melibatkan pria yang dianggap tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Delegasi Irak Singgung Rumput GBK Membaik, Ali Jasim Kirim Kode Suasana Jakarta
Dilansir Bantenraya.com dari akun Twitter atau X @caionthebeat, berikut rangkumannya.
Kasus Gaga Muhammad
Pada 8 Desember 2019, Laura Anna dan Gaga Muhammad mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi.
Gaga yang mengemudikan mobil saat keduanya pulang dalam pengaruh alkohol.
Baca Juga: Persiapan POPDA XI Provinsi Banten 2024 di Kota Tangerang Capai 99 Persen
Kecelakaan tersebut menyebabkan Laura mengalami Spinal Cord Injury, yang membuatnya lumpuh.
Laura mengklaim bahwa Gaga tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut.
Akibatnya, Laura melaporkan kasus ini ke polisi, dan akhirnya kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Baca Juga: Rekomendasi Tas Eiger untuk Pria Terbaik di BliBli, Bikin Gaya Kece Fungsi Maksimal
Gaga Muhammad didakwa dengan Pasal 310 ayat 2 UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengancamnya dengan hukuman penjara selama 5 tahun.
Sayangnya, Laura meninggal pada 15 Desember 2021, sebelum kasusnya selesai.
Kisah Mirip di Pandeglang
Di Pandeglang, pada Desember 2023, sepasang remaja SMA yang berinisial FN (wanita) dan DF (pria) mengalami kecelakaan ketika pulang dari Pantai di Pandeglang.
Baca Juga: Persiapkan Stok Hadapi Kemarau, Mendag Siapkan 5,6 Juta Ton Beras Import
Diketahui bahwa FN adalah kakak kelas, dan DF adik kelas yang juga wakil ketua MPK di sekolah mereka.
Keduanya terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan FN harus kehilangan salah satu matanya dan patah hidung. Sementara DF tidak mengalami cedera serius.
Awalnya, DF berjanji akan bertanggung jawab dan tetap setia kepada FN. Namun, tiga bulan kemudian, DF berubah sikap dan memutuskan hubungan dengan FN.
Baca Juga: Dahului Jakarta, Kota Tangerang Sudah Lebih Dulu Terapkan Sekolah Gratis hingga Swasta
Kisah ini diangkat oleh seorang teman FN di Twitter melalui akun @caionthebeat pada 30 Mei 2024.
Menurut akun tersebut, meskipun keluarga DF membiayai pengobatan FN, hal itu hanya mencakup biaya perjalanan saja, sementara FN harus melakukan check-up ke Jakarta dua kali seminggu.
Akibat kisah ini viral di media sosial, banyak warganet yang mendesak agar DF dilaporkan kepada pihak berwenang, serupa dengan kasus Gaga Muhammad.
Baca Juga: Miris! Beberapa Pelajar Lakukan Adegan Tak Senonoh, Satu Wanita Dihajar Empat Pria
Kesimpulan
Kedua kasus ini menyoroti bagaimana wanita menjadi korban kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pria, serta bagaimana para pria tersebut dianggap tidak bertanggung jawab secara penuh atas dampak yang mereka sebabkan.
Dalam kasus Gaga Muhammad, ketidakmampuannya untuk bertanggung jawab secara memadai menyebabkan tuntutan hukum yang serius.
Sementara dalam kasus di Pandeglang, warganet mendesak agar tindakan serupa diambil terhadap DF.
Baca Juga: Kode Voucher Shopee Spesial 6.6 Great Mid-Year Sale, Dapatkan Diskon, Cashback Hingga Gratis Ongkir
Kasus-kasus ini menjadi pengingat penting tentang tanggung jawab dan konsekuensi dari tindakan ceroboh, serta pentingnya dukungan dan keadilan bagi para korban.***



















