BANTENRAYA.COM – BRI Regional Office Jakarta 3 melaksanakan upacara pada Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diadakan di Lapangan Gedung BRI BSD Serpong, Kota Tangsel, Senin 20 Mei 2024.
Upacara ini diikuti seluruh Manajemen dan Pekerja BRI Regional Office dan Regional Audit Office Jakarta 3 serta Kantor Cabang BRI BSD
Regional Chief Audit RAO Jakarta 3, Agus Firmansyah mengungkapkan, pada momen Harkitnas kali ini, BRI Regional Office Jakarta 3 ingin menegaskan bahwa perjuangan akan terus dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan kedepan.
Baca Juga: Tak Terima Rekaman Suara Arwah Vina Disebar, Linda Ungkap Soal Sosok Egi yang Kini Masih Buron
“Dan saya yakin insan Brilian dan RO Jakarta 3 akan selalu kuat dan tidak putus harapan dalam menghadapi tantangan kedepan,” ujar Agus.
Mengutip pesan yang disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika RI Budi Arie Setiadi, Agus mengatakan, momen Harkitnas juga harus dimaknai sebagai fase kebangkitan kedua.
Itu melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa.
Baca Juga: Ayah Ayu Ting Ting Ribut dengan Warga Malaysia Saat Ibadah Haji, Tak Terima Diolok Miskin
Menurutnya, berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.
Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.
“Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban,” ungkap Agus.
Baca Juga: 3 Pemain Liga 1 yang Wajib Dijajal STY ke Timnas Indonesia, Bintang Madura United Bisa Jadi Opsi
Di titik ini sambungnya, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi pihaknya untuk menyongsong “Indonesia Emas”.
“Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat,” jelasnya.
Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini.
Baca Juga: Heboh Video Ruben Onsu Dilarikan ke Rumah Sakit di Majalengka, Sakit Apa?
“Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia. Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata,” katanya.
“Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara. Sementara itu, di hadapan kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia,” jelasnya.
Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60 persen penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.
“Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi,” ungkapnya.
“Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah,” tandasnya. ***



















