BANTENRAYA.COM – Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta secara terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Walikota Cilegon pada kontestasi Pilkada 2024.
Alasanya, selain DPP PKS sudah mulai kick off atau meluncurkan Pilkada 2024, Sanuji Pentamarta juga merasa yakin sudah saatnya mendeklarasikan diri.
Kemudian juga, Sanuji Pentamarta sudah berlatih menjadi wakil kepala daerah mendampingi Walikota Cilegon Helldy Agustian sehingga menilai pengalamannya sudah cukup.
Baca Juga: Harga Tiket Taman Safari Bogor Menjelang Akhir Tahun 2023, Cocok Liburan Bersama Keluarga
Bahkan, saat ini Sanuji juga akan semakin inten berkomunikasi dengan PKS dan berharap bisa memberikan rekomendasi.
Deklarasi pencalonan tersebut, sayangnya tidak dilakukan lewat komunikasi dengan Helldy Agustian sebagai pasangan pada Pilkada 2020 lalu.
Artinya, keduanya sudah menegaskan diri untuk pisah jalan terutama Sanuji yang sudah yakin dengan pencalonannya.
Baca Juga: Banyak Industri Besar di Kota Cilegon tapi Perencanaan Hilirisasi Produk Belum Juga Optimal
“Kiranya latihan dan belajar sebagai wakil walikota rasanya cukup, sekarang saya menyiapkan diri sebagai (bakal calon) Walikota Cilegon 2024,” kata Sanuji usai menghadiri acara.
Pencalonan tersebut, jelas dia, untuk juga melihat respons masyarakat dan partai. Terutama PKS yang diharapkan sambil berproses bisa memberikan restu dan rekomendasinya.
“Langkah selanjutnya tentu bicara lebih intens dengan partai (PKS) yah, apakah partai memberikan restu dan rekomendasi dan mengukur seberapa besar dukungan publik,” jelasnya.
Baca Juga: Apa Itu Resolusi? Penjelasan dan Contoh Harapan di Tahun 2024 untuk Diri Sendiri Agar Lebih Jossss….
Di sisi lain, ia menegaskan, pencalonan dirinya tersebut juga untuk mendorong agar PKS dalam Pilkada bisa mendapatkan target 12 kursi.
“Mulus tidaknya pencalonan tergantung dengan perahu partai, jika PKS dapat sesuai target 12 kursi maka akan sangat mudah untuk pencalonan, kira-kira begitu,” ujarnya.
Disinggung soal komunikasi dengan Helldy Agustian soal pencalonan dirinya, Sanuji tidak menjawab secara tegas.
Baca Juga: Dampingi SBY ke Aceh, Prabowo Subianto Sampaikan Pesan Penting yang Singgung Soal Persatuan Bangsa
Ia berdalih jika pencalonan sebagai walikota merupakan perjalanan yang mengalir.
“Apa namanya, mengalir (soal komunikasi) karena ini perjalanan dan sekali lagi kuncinya pencalonan ini seberapa besar pengaruh dengan legislatif, jika dapat 12 kursi maka lebih mudah,” jelasnya.
Sekarang, Sanuji juga masih terus membuka komunikasi dengan partai, tokoh masyarakat, pengusaha dan lainnya. Dimana, ia mulai penjajakan untuk koalisi yang akan dibangun nantinya.
“Yah koalisi bisa dengan siapa saja terbuka karena sudah ada komunikasi, dengan tokoh Cilegon, pengusaha, tokoh perempuan dengan birokrat juga terbuka luas,” tegasnya. ***

















