BANTENRAYA.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan atau Mekopulhukam Mahfud MD menjadi narasumber seminar kebangsaan yang diadakan Universitas Faletehan.
Acara seminar kebangsaan yang menghadirkan Mahfud MD tersebut dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan dosen Universitas Faletehan.
Dalam kesempatan itu, Mahfud MD menyoroti berbagai persoalan terkait peluang dan tantanyan menuju Indonesia emas 2045 dalam persektif politik, hukum, dan keamanan.
Baca Juga: Promo Terakhir Hari Ini: Kode Voucher Shopee 12 12 Birthday Sale, Dapatkan Hadiah Jutaan Rupiah!
Ia menyebutkan bahwa kemerdekaan saat ini tersandera prilaku politik dan perubahan geopolitik.
“Kita harus betul-betul membangun kemerdekaan,” ujarnya, Rabu 13 Desember 2023.
Ia menjelaskan, Indonesia merupakan negara demokrasi dan negara hukum. Sebagai negara demokrasi ditandai adanya pemilu secara periodik.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Terindah di Papua Barat yang Cocok untuk Liburan Natal dan Tahun Baru
“Pemilu memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya,” katanya.
Calon Wakil Presiden RI itu menceritakan, pemilu pada masa orde baru (Orba) berjalan luber namun tidak adil, karena pemenang pemilu sudah bisa diketahui setahun sebelumnya.
“Di zaman reformasi kita sudah membuat instrumen, penyelenggara bukan Mendagri tapi KPU, lembaga yang dibentuk oleh DPR,” ungkapnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Tempat Wisata Terindah di Papua Barat yang Cocok untuk Liburan Natal dan Tahun Baru
“Kalau ada pelanggaran dan kecurangan lebih banyak dilakukan oleh kontestan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Mahfud MD memersilakan yang hadir boleh memilih siapapun, namun tidak boleh memilih karena intimidasi.
“Kampus harus menyuarakan pemilu yang benar. Siapa yang jadi pemenang harus diaku, pemilu itu bukan mencari musuh tapi mencari kawan untuk memimpin,” katanya.***



















