BANTENRAYA.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten atau BI Banten akan menambah cadangan uang tunai sebesar 6 persen.
Penambahan cadangan uang tunai dilakukan menjelang natal dan tahun baru 2024 serta perhelatan pemilihan umum ataun Pemilu 2024.
Kepala BI Banten Imaduddin Sahabat mengatakan, cadangan pada tahun ini sebesar Rp 2,8 triliun, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,5 triliun.
“Kita siap mendistribusikan di momen natal dan tahun baru kita siapkan supaya masyarakat bisa mendapatkan uang dengan mudah,” kata Imad dalam agenda Pasar Lingkungan di Cipocok Jaya Kota Serang, Jumat, 24 November 2023.
Baca Juga: Bawaslu Kota Cilegon Beberkan Tugas Panwascam, Bukan Mencari Pelanggaran, Tapi….
Imad melanjutkan, skema penambahan uang ini juga menjadi pertimbangan jelang pemilu tahun 2024.
Terlihat, kata Imad sudah mulai ada individu yang melakukan penukaran uang rupiah dengan nilai yang cukup besar.
“Ada yang 100 juta rupiah menukar uang, sudah mulai ada satu atau dua (individu). Semua pecahan kita siapkan, namun kami melihat ini tidak ada unsur pemilu,” terang Imad.
“Komposisi di tahun baru ini pecahan yang paling banyak di tukar itu 20 persen pecahan Rp 1.000. Terlihat meskipun ada pemilu penukaran masih terlihat normal, dan 90 persen yang minta penukaran itu dari pihak perbankan bukan individu,” imbuhnya.
Baca Juga: Ini Perlu Dicontoh…. Pemkab Pandeglang Cetak Satu Desa Satu Hafidz Quran
Kemudian, menanggapi soal stabilitas inflasi menjelang akhir tahun, BI melakukan beberapa upaya salah satunya dengan menggelar pasar lingkungan yang akan dilakukan di beberapa titik.
“Tujuannya ingin masyarakat datang ke pasar lingkungan lalu kita kenalkan digitalisasi, ini bisa menurunkan inflasi di Kota Serang. Kita tahun ini ada beberapa titik untuk melakukan pasar lingkungan,” lanjut Imad.
Masih kata Imad, beberapa kegiatan yang dilakukan dalam pasar lingkungan yakni, operasi pasar, berupa penyediaan komoditas pangan bawang, cabai dan telur yang harganya mulai meningkat.
Kemudian dilaksanakan juga pengenalan QRIS untuk para pedagang.
“Harapan kita masyarakat dapat terbiasa menggunakan pembayaran digita. Banten ini penggunaan digitalnya sudah di 1,2 juta pengguna, lumayan tinggi kita punya PR terutama di selatan Lebak dan Pandeglang bagaimana UMKM ,dan pasar sudah digital,” katanya.
“Misalnya e-parking di Lebak sudah digital, yang bisa meningkatkan pendapatan dari semula 1,2 juta rupiah bisa menjadi 15 juta rupiah hal ini yang akan di dorong, dalam konteks penerimaan asli daerah,” tandasnya.***


















