BANTENRAYA.COM – Platform streaming Netflix telah resmi mendistribusikan film kontroversial berjudul Farha, yang mengeksplorasi awal mula genosida Israel terhadap Palestina.
Namun masyarakat Israel ketar-ketir ketika mengetahui film Farha sudah masuk di Netflix, mereka berbondong-bondong menyerang rating di IMDB.
Masuknya film Farha di Netflix, disampaikan oleh akun TikTok @sumatranbigfoot yang dikutip Bantenraya.com pada 17 November 2023.
Dirinya menjelaskan bahwa diduga pemerintah Israel mengerahkan buzzer untuk memberikan rating rendah terhadap film Farha di IMDb.
Dikutip dari laman Picturetree-international.com, film Farha ini diproduksi oleh Picture Tree International asal Yordania, dan disutradarai serta ditulis oleh Darin J. Sallam.
Rilis sejak tahun 2021, film tersebut berdurasi 92 menit. Farha juga mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya dari Torotnto International Film Festival (TIFF).
Baca Juga: Bakal Ada Season 2, The Escape Of The Seven Kapan Tayang dan Berapa Episode? Simak Jadwal Tayangnya
Menampilkan sejumlah aktor ternama seperti Karam Taher, Ali Sulaiman, Ameera Asir, Firas Taybeh, Sultan Alkhail, dan lainnya.
Dalam narasi film ini, seorang gadis berusia 14 tahun di Palestina pada tahun 1948 disajikan sebagai saksi mata bencana yang melanda rumahnya.
Adegan dramatis ini menciptakan latar belakang untuk kisah tragis seputar genosida Palestina oleh tentara Israel.
Sinopsisnya tentang Farha, seorang remaja berusia 14 tahun, tinggal di sebuah desa kecil di Palestina pada tahun 1948.
Meskipun tradisi dan pembatasan sekolah di desanya hanya berlaku untuk anak laki-laki, Farha memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya.
Di desanya, anak perempuan seusianya umumnya dinikahkan atau diajak bicara secara tradisional.
Baca Juga: Prabowo Subianto Sampaikan Belasungkawa Atas Jatuhnya 2 Pesawat TNI AU di Pasuruan
Farha punya impian untuk bersekolah di kota bersama sahabatnya, Farida, yang tinggal di sana.
Namun, kehidupan di desa mereka berubah drastis karena ancaman bahaya yang semakin mendekat.
Meskipun ayah Farha awalnya ragu, ia akhirnya setuju untuk membiarkan Farha mengejar impian pendidikannya. Namun, ketika kekerasan meningkat, Farha secara brutal dipisahkan dari Farida.
Baca Juga: Harga Kedelai Melambung, Tahu Tempe di Kota Serang Masih Stabil
Ayahnya, khawatir akan keselamatan putrinya, memutuskan untuk menyembunyikannya di tempat penyimpanan makanan kecil yang tersembunyi di dekat rumah dengan janji untuk kembali.
Namun, harapan tersebut pupus karena ayahnya tidak pernah kembali.
Farha terpaksa menghabiskan beberapa hari di ruang gelap dan sempit tersebut, dengan satu-satunya koneksi ke dunia luar melalui lubang kecil di dinding dan beberapa celah di pintu kayu.
Baca Juga: Curhat Lurah Gerem Kota Cilegon, Soal Keluhan Terhadap PT LCI di Hadapan Anggota DPRD: Awalnya……
Pengalaman ini menjadi titik balik dalam hidup Farha, memaksanya untuk tumbuh dewasa dan meninggalkan masa kecilnya di belakang.
Dalam ruang gelap itu, Farha menyaksikan banyak peristiwa yang mengubah pandangannya terhadap kehidupan, baik di luar maupun di dalam ruangan tersebut.
Meski terasa sulit, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan transformasinya, memaksa Farha untuk meresapi kehidupan dewasa dengan segala liku-likunya.
Baca Juga: Usai AKKOPSI di Papua, Helldy Agustian Bersiap Gelar Event Nasional CSS XXII, Acara Apalagi Itu…..
Di tengah kontroversi ini, TikToker @sumatranbigfoot juga mengajak warganet Indonesia untuk menonton film “Farha” dan memberikan rating di laman IMDb.
Tujuan dari ajakan ini adalah agar dunia dapat melihat dan menghargai perspektif berbeda yang terdapat dalam film tersebut, serta untuk membuka dialog lebih lanjut tentang konflik Israel-Palestina.***


















