BANTENRAYA.COM- Intensitas hujan yang tinggi membuat aliran air Sungai Ciujung kembali kotor dan keruh.
Namun demikian, bagi warga di bantaran Sungai Ciujung seperti Kampung Lebak Sambel serta Kampung Salahaur, Kelurahan Cijoro Lebak, air keruh di Ciujung tersebut tidak jadi soal dan tetap digunakan untuk kebutuhan rumah tangga mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Berdasarkan pantauan Banten Raya, di aliran Sungai Ciujung tepatnya di Kampung Lebak Sambel pada Selasa 16 November 2021, sejumlah ibu rumah tangga tetap memanfaatkan air di sungai tersebut untuk kebutuhan MCK bahkan konsumsi. Warga tampak tidak terganggu dengan kondisi air yang tidak layak konsumsi.
Baca Juga: Presidensi Tahun depan Indonesia harus Menentukan Arah Perekonomian Dunia
Iroh warga Lebak Sambel yang ditemui dikediamannya mengatakan, warga dikampungnya sebagian besar mengadalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, maupun konsumsi. Disaat kondisinya sedang mengalami kekeruhanpun, wargap tetap menggunakannya.
“Memang air sekarang ini sedang keruh, tapi kami tetap memanfaatkannya untuk mandi, mencuci dan konsumsi,”ujar Iroh.
Sunardi, warga Kampung Salahaur mengatakan, di pemukimannya tidak ada sumber air bersih selain sungai. Ia dan sebagian besar warga bantaran sungai selalu menggunakan air Sungai Ciujung.
“Apapun kondisi sungai kami rutin menggunakannya untuk MCK,” kata Sunardi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir ini, pihaknya mengimbau agar warga bantaran Sungai Ciujung di Kelurahan Cijoro Lebak, segera mendaftar menjadi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak. Hal itu, dimintanya dengan tujuan agar warga bantaran tersebut tidak lagi menggunakan air Sungai Ciujung.
“Di PDAM itu ada klasifikasi status pelanggannya. Apabila dari kalangan keluarga tidak mampu, maka tagihan bulannya tidak akan sama dengan pelanggan dari kalangan keluarga mampu,” kata Nana.
Ditambahkannya, apabila warga bantaran di Kelurahan Cijoro Lebak, terus menerur menggunakan air Sungai Ciujung, maka bukan tidak mungkin, akan mengakibatkan wabah penyakit bagi si warga itu sendiri.
“Kondisi air yang kotor atau keruh, tentu sangat tidak layak, bila digunakan untuk mandi, mencuci, apalagi konsumsi,”ujar Nana. ***



















