BANTENRAYA.COM- Perbaikan Pasar Buah yang terletak di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang yang rencananya dilakukan pada 2020, hingga kini belum terealisasi atau terkatung katung.
Padahal bila dilihat secara umum, kondisi pasar buah yang jaraknya hanya sekitar 700 meter dari gerbang tol Rangkasbitung, kini semakin kumuh. Penyebab utama gagalnya perbaikan pasar buah ini karena dampak pandemi Covid-19.
Akibat gagal diperbaiki, kios di pasar buah yang kini banyak dikosongkan pemiliknya, sudah banyak yang rusak akibat tidak dirawat.
Baca Juga: Program KUR Terus Ditingkatkan Demi Daya Tahan UMKM Selama Masa Pandemi
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak Dedi Setiawan yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pasar buah sudah masuk skala prioritas Pemkab Lebak sejak tiga tahun lalu. Namun karena terjadi pandemi korona di 2020, maka rencana untuk membahas persiapan perbaikan pasar tersebut ditunda.
“Bahkan, memasuki tahun ini, belum ada informasi susulan terkait pembahasan rencana rehabilitasi pasar buah, sehingga kemungkinan rehabilitasinya ditunda lagi,” ujar Dedi, Jumat 10 September 2021.
Menurutnya, lokasi Pasar Buah sangat strategis, karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari Terminal Bus Mandala, serta sekitar 700 meter dari pintu gerbang tol Rangkasbitung.
Baca Juga: Rapat DPRD Lebak di Hotel Berbintang di Jakarta Dikecam, Dinilai Tak Pantas
Apabila nantinya pasar tersebut direhab, serta menjadi pusat pasar buah-buahan yang lebih tertata rapi, maka pasar di Kecamatan Cibadak ini akan menjadi pasar yang menarik untuk dikunjungi konsumen.
“Namun saya belum bisa menjawab, kapan pasar tersebut akan direhab, karena sekarang ini pemerintah daerah masih fokus melakukan penekanan terhadap kasus covid-19,” kata Dedi.
Terpisah, Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak Ajis Suhendi mengatakan, terkait rencana merehabilitasi Pasar Buah belum bisa dipastikan, karena saat ini masih terkendala anggaran.
Baca Juga: Prabowo Kenalkan Keluarga Baru, Mika, Miki dan Miko
Namun, agar rencana rehab tersebut bisa tetap berjalan, maka kini Pemkab Lebak sedang berupaya menguslkan anggarannya ke Kementrian Perdagangan.
“Kalau mengandalkan APBD Lebak saat ini, nilainya masih terbatas. Makanya Pemkab berupaya mengusulkannya ke Kementrian Perdagangan,” terang Ajis. ***



















