BANTENRAYA.COM – Pasien Rumah Sakit Muhammadiyah di salah satu daerah di Banten kini bisa bajar jasa pengobatan pakai sampah.
Kebijakan bayar dengan sampah ini diberlakukan Rumah Sakit ini dalam rangka membantu masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang baik.
Harus diakui, sampai saat ini masih masyarakat yang mengeluh karena tidak bisa berobat karena layanan Rumah Saktit yang mahal.
Adapun lokasi Rumah Sakit yang menerapkan kebijakan bayar pakai sampah ini ada di Provinsi Banten tepatnya Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang.
Baca Juga: Songket Malaysia Ditetapkan Warisan Dunia, Bagaimana Nasib Songket Indonesia?
Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang merupakan klinik pertama dan satu-satunya di Banten yang menerapkan pelayanan berobat dengan bayar pakai sampah.
Hal itu terungkap dalam reopening klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang di Jalan Raya Kaloran, Kecamatan Serang, Kota Serang, yang dilakukan Muhammadiyah Kota Serang, Jumat, 17 Desember 2021.
Hadiri dalam kesempatan itu kepala dinas kesehatan, camat serang, kelurahan kota baru, pengurus MPKU Pusat, MPKU wilayah Banten, dan seluruh pengurus Muhammadiyah Kota Serang. Hadir juga anggota DPRD Kota Serang yaitu Nur Agis Aulia.
Dalam acara reopening itu, Klinik PKU Muhammadiyah melakukan penandatangan kerjasama dengan Bank Sampah Digital terkait program berobat dengan membayar pakai sampah.
Baca Juga: Rencana Pembangunan Kawasan Industri Pandeglang Dimatangkan, Diproyeksikan di 5 Kecamatan
Ketua Muhammadiyah Kota Serang Hamsin Syarbini menyampaikan, klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang berkomitmen membantu masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang murah namun dengan fasilitas yang tidak murahan.
Apalagi, dengan kerja sama dengan Bank Sampah Digital ini, masyarakat bisa menggunakan sampah sebagai alat pembayaran saat berobat di klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Hasanudin mengaku sangat mendukung keberadaan Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang. Dengan adanya klinik tersebut kesehatan masyarakat di Kota Serang akan dapat terjamin.
“Sehingga bisa semakin banyak yang menjadi sehat,” katanya.
Hasanudin mengatakan, Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang, adalah klinik satu-satunya di Kota Serang yang mau dibayar pakai sampah. Hal ini menurutnya terobosan yang unik dan menarik.
Baca Juga: Akhirnya Tiara Andini Rilis Album Perdana, Ajak Pendengar untuk Galau
“Ini sangat bagus dan dapat menjadi contoh,” ungkapnya.
Menurut Hasanudin, berobat bayar pakai sampah yang diterapkan Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang akan memiliki setidaknya dua keuntungan. Pertama, orang sakit bisa sembuh. Kedua, sampah yang berserakan bisa teratasi.
“Sampah bisa diolah kembali dan kesehatan pun terjamin. Ini adalah luar biasa, ini harus kita dukung penuh. Mudah-mudahan klinik ini menjadi maju dan bermanfaat untuk Kota Serang,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Bank sampah Digital Iyadulloh menjelaskan, Bank Sampah Digital sudah dia tahun berjalan mengumpulkan sampah dari koordinator di setiap kota maupun kabupaten di Banten.
Baca Juga: Jembatan Putus, Petugas Vaksinasi di Lebak Terpaksa Diangkut Dengan Beko
Dari hasil tabungan sampah ini, kata dia, dikonversikan berbagai manfaat seperti sembako, tabungan aqiqah, kurban, bahkan untuk bayar SPPT.
“Kali ini pun, layanan konversi terbaru di Klinik PKU Muhammadiyah Kota Serang, yaitu berobat pakai sampah. Jadi nabung sampah bisa dipakai untuk berobat kesehatan,” ujarnya.
Iyadulloh mengungkapkan, beberapa jenis sampah seperti plastik, kertas, logam, dan minyak jelantah yang memiliki harga.
“Makanya, masyarakat di Banten maupun Kota Serang dapat semakin rajin menabung sampah di Bank Sampah Digital. Dengan begitu, kita ikut serta menjaga lingkungan, sehingga berdampak pada kesehatan rohani,” katanya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Lengkap Imam S Arifin, Pedangdut Senior Yang Meninggal Dunia
Anggota DPRD Kota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, klinik PKU Muhamadiyah merupakan klinik pertama dan satu-satunya di Kota Serang atau mungkin di Banten yang melayani pengobatan masyarakat dengan pembayaran menggunakan sampah.
“Tentu langkah ini perlu diapresiasi dan disupport, dan semoga program ini bisa mendorong masyarakat mau memilah sampah dan hasil tabungannya bisa untuk berobat,” politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang biasa dikenal sebagai juragan kambing ini. ***



















