BANTENRAYA.COM- Kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir ke Banten, Jumat 1 Oktober 2021 mengungkap hal mengejutkan. Dzurriyat Kesultanan Banten menyebut bahwa Erick Thohir adalah keturunan Sultan Banten.
Leluhur sang menteri di Tanah Banten secara tak sengaja terungkap ketika Erick Thohir menyempatkan diri salat Jumat dan berziarah ke Masjid Agung Banten Lama, Kesultanan Banten. Saat keluarga Erick Thohir di Lampung mengetahui dirinya sedang kunjungan kerja di Banten, pinisepuh keluarga memintanya untuk berziarah ke makam Kesultanan Banten.
Diskusi berkenaan silsilah Erick Thohir terungkap usai ziarah yang diikuti juga oleh masyarakat umum. Ketika itu, Erick mampir ke kediaman Ketua Umum Dewan Pembina Kasepuhan Kenadziran Kesultanan Banten KH Tb Ahmad Syadzili Washi. Di sana Erick Thohir bercerita bahwa leluhurnya berasal dari Gunung Sugih, Lampung. “Di sana ada kampung bernama Rumbih,” kata Syadzili.
Baca Juga: Hibur Masyarakat, Batalyon Mandala Yudha Buka Wahana Fun Game
Menurut Syadzili, ternyata Gunung Sugih, Lampung, memiliki sejarah tersendiri bagi keluarga keturunan Kesultanan Banten. Syadzili menjelaskan, ada sebuah kampung di dekat Gunung Sugih yang dibuka oleh Pangeran Ariya Dhillah yang memiliki julukan Pangeran Sangga Wulung Langlang Buana. “Sang pangeran yang membabat alas,” kata Syadzili yang akrab disebut Abah Haji Li.
Syadzili menjelaskan, ketika itu Pangeran Ariya Dhillah ditugaskan oleh ayahandanya Sultan Maulana Hassanudin pergi ke barat untuk menyebarkan agama Islam. Ketika itu belum ada nama Lampung. Syadzili meneruskan, Pangeran Dhillah lalu pergi ke Sumatera dan berhenti ketika berjumpa sungai besar setelah melewati Gunung Sugih.
Pangeran dan pasukannya lalu tinggal untuk menetap sementara. Bahkan di sana, pangeran dan para anggota keluarga kerajaan juga menikah dengan penduduk setempat. “Tujuannya agar keturunan daerah tersebut memiliki ‘jejeg’ Banten alias darah Banten,” kata Syadzili.
Salah satu yang terkenal adalah Pangeran Menggala yang berdarah Banten.
Baca Juga: Wakil Walikota Cilegon Touring Bareng Geng Motor Birokrat, Kerudung Istri Jadi Jimat Penutup Muka
Dari Gunung Sugih, Pangeran Ariya Dhillah melanjutkan perjalanan hingga ke Palembang, Sumatera Selatan. “Itulah sebabnya nama Ariya Dhillah juga akrab dan dihormati oleh masyarakat Sumatera Selatan,” kata Ketua Umum DPP Generasi Muda Mathla’ul Anwar Ahmad Nawawi, yang turut serta berziarah dengan Erick Thohir, bersama Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar KH Embay Mulya Syarief, dan Komisaris PT Angkasapura II Tubagus Fiki C Satari.
Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pembina Kasepuhan Kenadziran Kesultanan Banten Tubagus M Hasan Fuad, diperlukan verifikasi untuk memastikan Erick Thohir benar-benar keturunan Sultan Banten. “Bila dilihat dari zaman sekarang, Pak Erick keturunan ketiga belas atau keempat belas,” kata Fuad.
Menurut Fuad, saat ini keturunan Kesultanan Banten memang tersebar ke seluruh pelosok nusantara. Lazimnya mereka bergelar ratu, tubagus, entol, atau mas. “Namun, di era kolonial banyak keturunan asli sultan melepas gelar dari namanya untuk menghindari permusuhan dengan Belanda,” kata Fuad.
Baca Juga: Dayung Raih Perak Baseball Raih Perunggu, Raffi Ahmad Serahkan Medali
Menurut Fuad, keturunan Sultan Banten memiliki raut wajah yang khas yaitu campuran Arab, Sunda, dan China. “Ada yang mirip Arab. Ada yang mirip Sunda. Adapula yang ketiganya,” kata Fuad.
Fuad turut bangga apabila salah satu keturunan Sultan Banten dapat menjadi salah satu menteri di era Presiden Joko Widodo yang dihormatinya. “Kami meyakini suatu saat akan ada keturunan Sultan Banten yang menjadi tokoh nasional. Tokoh itu akan mewujudkan cita-cita Sultan Banten mewujudkan masyarakat yang adil dalam kesejahteraan dan sejahtera dalam keadilan,” kata Fuad.
Menteri BUMN, Erick Thohir, yang dalam kunjungan tersebut memberikan pula bantuan kepada para santri Pondok Pesantren Al-Quraniyyah, Kesultanan Banten, hanya tersenyum saat diskusi terkait asal usul dan kisah keluarganya di Gunung Sugih yang dihubungkan dengan Kesultanan di Banten. “Saya perlu merunut dulu ke leluhur keluarga di Lampung,” katanya.
Bila benar, maka dirinya merasa berbangga dapat menjadi bagian dari keluarga Kesultanan Banten. ***



















