CILEGON, BANTEN RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi meminta PT Indo Raya Tenaga mengevaluasi proses rekrutmen tenaga kerja.
Politikus Partai Gerindra ini juga meminta agar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon mengutamakan komunikasi kepada industri agar ketika ada kebutuhan tenaga kerja di industri bisa lebih maksimal lagi penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami minta Disnaker Cilegon untuk aktif komunikasi dengan industri, agar ketika ada rekrutmen tenaga kerja bisa lebih maksimal lagi,” pintanya.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Cilegon dari Komisi II dan IV, Senin (8/11), menanggapi warga Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon yang meminta Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Unit 9 dan 10 lebih banyak merekrut warga lokal untuk menjadi pekerja dari Kelurahan Suralaya.
Baca Juga: Tsunami Terjang Pantai Gopek, Puluhan Warga Karangantu Terluka
Terhadap hal ini, Deputi General Manajer PT Indo Raya Tenaga Kardi mengatakan, rekrutmen tenaga kerja dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak bisa dilakukan bersamaan.
Kebutuhan pekerja diperkirakan sampai 4.000 orang. Hingga kini, baru direkrut 1.200 tenaga kerja sesuai dengan tahapan pembangunan. “Memang untuk warga lokal baru 26 persen. Tapi itu butuh waktu dan butuh proses,” terangnya.
Kardi menekankan, bahwa PT Indo Raya Tenaga berkomitmen untuk mempekerjakan warga lokal minimal 30 persen. Pihaknya juga meminta hal ini kepada main kontraktor dan sub kontraktor untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Kami sudah minta ke subkontraktor agar merekrut minimal 30 persen tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Sayang, hingga kini penyerapan tenaga kerja lokal tidak optimal dilakukan perusahaan lokal. Salah satu sebabnya juga, lantaran tenaga kerja lokal enggan bekerja di proyek PLTU Suralaya Unit 9 dan 10 karena upah di bawah UMK.
“Dalam waktu dekat ini, kami akan menggandeng Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) untuk menjelaskan kepada para sub kontraktor agar memberikan upah sesuai UMK,” jelasnya.
Di kesempatan tersebut Ketua Karang Taruna Tunas Kahal Kelurahan Suralaya Awen juga meminta pihaknya dilibatkan dalam dalam rekrutmen tenaga kerja lokal. Awen mengatakan, PLTU Jawa Unit 9 dan 10 diminta menjadikan Karang Taruna Tunas Kahal menjadi mitra yang bersinergi dengan perusahaan-perusahaan yang bekerja di pembangkit itu, untuk membantu program-program yang berkaitan dengan kegiatan sosial.
“PLTU Suralaya Unit 9 dan 10 juga kami minta untuk melakukan pemberdayaan terhadap Karang Taruna Tunas Kahal Suralaya,” harapnya. ***

















