BANTENRAYA.COM – Tujuan makan tidak hanya untuk menghilangkan rasa lapar atau mengnyangkan perut, tapi juga agar mendapatkan gizi bagi tubuh.
Apa yang kita makan saat ini, tentu efek sampingnya tidak langsung kita dapat, tapi dalam jangka panjang.
Berikut nasehat dr. Zaidul Akbar dalam video berjudul ‘Hidup Sehat Menjaga Kenikmatan Beribadah’ di YouTube dr. Zaidul Akbar Official yang diunggah pada Selasa, 28 september 2021.
Baca Juga: Siswa Nurul Fikri Meninggal Tenggelam di Kolam Renang Sekolah
Menurut Zaidul Akbar, niatkan makan untuk melakukan ibadah lebih baik kepada Allah SWT. Karena, kata Zaidul Akbar, pola makan yang sehat ada hubungannya dengan ibadah.
“Mungkin saya bisa katakan, (kalau) kita makan tidak sehat, makan makanan dari tepung-tepungan tiap hari, gorengan tiap hari, gula pasir tiap hari dengan segala macam bentuk. Tiba-tiba (pada kemudian hari) muncul asam urat, tiba-tiba tidak lama itu proses (makan) setelah bebebapa waktu, muncul dengkul nyeri, engkelnya nyeri. Apa yang terjadi? mau solat duduk pun susah, dalam keadaan (posisi) attahiyat pun susah,” ungkap Zaidul Akbar.
Menurut Zaidul Akbar, dengan kondisi badan yang sakit, tentunya merugikan diri sendiri, karena mengganggu ibadah.
Baca Juga: BTS Akan Gelar Konser, Catat Tanggalnya
“Rugi nggak? rugi. Akhirnya apa? akhirnya yang terjadi solatnya dalam keadaan duduk karena tidak bisa berdiri lagi. Sedangkan solat dalam keadaan duduk pahalanya setengah dari solat yang berdiri,” ungkapnya.
“Mau berangkat haji tiba-tiba, mau berangkat cek up ternyata jantung bermasalah, ginjal bermasalah,” imbuhnya.
Dikatakan, meski sudah dinasehati dan diingatkan makan makanan yang tidak sehat akan menimbulkan penyakit. Tapi, lanjut Zaidul Akbar, tetap saja kadang tidak digubris.
Baca Juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Seorang Anak di Lebak Bacok Orangtuanya
“(Sudah) luar biasa dinasehati, dikasi tau begini begitu, susah, (katanya) nikmati saja hidup segala macem,” jelasnya.
Zaidul Akbar pun menegasakan, untuk memperoleh hidup sehat itu harus ada motifasi. Kalau sudah ada motifasi, kata dia, kita akan berhati-hati dalam hal makan.
“Motivasi dulu, kalau sudah ngerti motivasi kita akan hati-hati. Jadi, makan juga bukan untuk kenyang tapi makan itu untuk berikan haknyan tubuh kita, untuk ibadah kepada Allah aja wajala. Ini motifasinya dulu, kalau motifasi sudah dapat, aman,” jelasnya lagi.
Baca Juga: Pemuda Asal Blumbang Coba Bertani Jeruk di Cilegon
Zaidul Akbar juga menambahkan, tidak ada yang melarang mau makan apa saja yang disajikan, seperti gorengan, dan kue-kuean. Tapi, harus diingat kalau makan yang memberikan asupan gizi bagi tubuh.
“Contoh tidak jauh, kalau bapak ibu saya tanya, sebutlah mungkin rujak, dengan bumbunya, atau karedog, lotek, gado-gado, itu kan makann sebutlah penuh gizi, baik untuk badan kita dan sehat. Dibandingkan dengan, misalkan ya gorengan atau bakso atau mie ayam,” pesannya.
Zaidul Akbar mengingatkan, sesuatu yang berlebihan tidak baik. Begitunjuga makanan, walaupun makanan itu baik untuk tubuh kalau dimakan secara berlebihan tifak bagus.
Baca Juga: Bukan Cuma Sembako, Warga Gerem Minta Rekrutmen Karyawan Industri Prioritaskan Warga Lokal
“Madu (makanan) baik. Madu, kurma jika berlebihan, kita makan seharian, bapak ibu maka akan sakit. Makan kurma 1 hari 1 kilo juga bermasalah, madu 1 liter 1 hari juga bermasalah,” tegasnya.
Zaidul Akbar juga mengajak, untuk meniatkan hidup sehat karena Allah SWT. Bahkan, kata Zaidul Akbar, banyak jemaahnya yang melakukan pola hidup sehat karena penyakit tertentu, justru penyakit lainnya juga sembuh.
“Percayalah, saya sudah temui jamah- jamaah saya yang mulai hidup sehat, ternyata bonusnya banyak. Mau obati kolesterol malah asam urat hilang. Obati asam urat, nyeri sendi hilang. Mau obati mag, bukan hanya magnya hilang, banyak sekali yang hilang di tubuhnya dalam hal penyakit,” pungkasnya. ***
















