BANTENRAYA.COM – Pemerintah Vietnam mengambil langkah efisiensi anggaran dengan memangkas jumlah kementerian dan memberhentikan ribuan pekerja.
Langkah ini bertujuan untuk menghemat anggaran sekitar 113 triliun Dong atau setara dengan Rp72 triliun.
Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, jumlah kementerian dan lembaga akan dikurangi dari 30 menjadi 22.
Baca Juga: 6,4 Juta Warga Banten Rasakan Manfaat Aplikasi MyTelkomsel
Tidak hanya pegawai kementerian, pemangkasan juga berdampak pada pegawai negeri sipil (PNS), pekerja media, polisi, dan militer di Vietnam.
Dikutip dari akun Instagram @jakarta.keras pada Rabu, 12 Februari 2025, kebijakan ini diumumkan sebagai bagian dari strategi penghematan negara.
“Vietnam memangkas jumlah kementerian dan lembaga dari 30 menjadi 22, demi efisiensi anggaran!” tulis akun @jakarta.keras.
Baca Juga: 2 Doa untuk Malam Nisfu Syaban yang Bisa Diamalkan, Lengkap dengan Latin dan Artinya
Pemangkasan ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 100.000 pegawai yang akan diberhentikan atau ditawarkan pensiun dini.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengurangi satu dari lima pekerjaan sektor publik beserta anggarannya.
Sebagai informasi, sektor publik mencakup pekerjaan di lembaga pemerintah, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Dimulai Pekan Depan, Kota Cilegon Jalankan Program Makan Bergizi Gratis untuk 3.290 Siswa
Sebelumnya, Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2024. Namun, kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump terhadap produk asing yang masuk ke Amerika Serikat membuat Vietnam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Kondisi ini diperburuk dengan membengkaknya birokrasi, yang dinilai menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

















