BANTENRAYA.COM – Kisah tragis Vina gadis asal Cirebon dikisahkan dalam sebuah film yang berjudul Vina Sebelum 7 Hari dan kini terus menjadi sorotan publik.
Pasalnya, kisah Vina yang kini dibuat film Vina Sebelum 7 Hari sangat mengenaskan dan banyak pihaknya yang bersimpati.
Kematian Vina yang diadaptasi ke film Vina Sebelum 7 Hari merupakan sebuah aksi bengis geng motor yang merebut nyawanya.
Cerita kematian itu diangkat menjadi sebuah film yang di produksi oleh Dee Company dan Anggy Umbara sebagai sutradara.
Namun baru-baru ini film Vina Sebelum 7 Hari mendapat banyak pro dan kontra dari netizen.
Banyak warganet yang menyebut bahwa film tersebut mengekploitasi dan membuka aib almarhumah.
Sebagaimana diketahui pada kejadian nyatanya, Vina dan kekasihnya Eky dibunuh secara brutal oleh sebelas orang pelaku yang merupakan anggota geng motor.
Namun 3 pelaku hingga kini masih buron dan belum ditemukan selama meski sduah 8 tahun sejak kejadian di tahun 2016.
Lebih parahnya lagi, Vina sempat dirudapaksa oleh kawanan geng motor hingga pada ahirnya mereka menghabisi wanita asal cirebon tersebut.
Baca Juga: Merinding! Ini Isi Rekaman Vina Cirebon yang Viral di TikTok, Ungkap Fakta Kematiannya di Tahun 2016
Seperti halnya pada film tersebut ada sebuah adegan dimana Vina sedang dirudapaksa oleh kawanan geng motor dan menjadi sorotan dari warganet.
Dikutip Bantenraya.com dari akun X @proquestfilm, warganet menilai film Vina Sebelum 7 Hari sejatinya lebih layak dijadikan film bergenre dokumenter.
“Bikin film investigasi atau dokumenter kalau memang mau membantu Almarhumah Vina,” tulis akun tersebut.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Tirta di Kabupaten Pandeglang, Ada yang Bisa Untuk Terapi
Lebih lanjut akun tersebut menilai para pembuat film dinilai mengambil keuntungan yang sangat besar dengan cara eksploitasi almarhum.
“Kalian rengguk keuntungan sebesar-besarnya dengan mengeksploitasi Almarhumah Vina.. sakit Jiwa!!!” tambah akun @proquestfilm.
Bukan hanya pembuat film, akun tersebut juga menilai bahwa pihak keluarga sangat keji lantaran membiarkan aib Vina tersebar.
Baca Juga: Jadwal Bus PO Sinar Jaya Angkutan Perintis dari Terminal Pakupatan Kota Serang ke Pelosok Banten
“Jahat dan gak ada hati, ini kata-kata yang tepat untuk keluarga Vina dan seluruh yang terlibat di film ini,” tulis caption foto.
“Kalian izinkan dan buat visualisasi almarhumah Vina yang dip*rk*s* dan dibunuh, itu bukan keadilan untuk Vina, itu adalah eksploitasi dari almarhumah Vina,” tambahnya.
Kendati demikian, Anggy Umbara sendiri telah buka suara terkait pembuatan dan pengambilan kisah Vina Cirebon.
Baca Juga: PKS Pandeglang Dalami Visi Misi Balon Kepala Daerah, Ogah Dapat Sosok yang ‘Zonk’ di Akhir
Anggy Umbara menjelaskan tentang pembuatan film ini adalah tujuannya untuk mengungkap si pelaku yang belum ditemukan sehingga dengan kata lain kasus itu belum tuntas.
“Ceritanya ini, yang unik dan berbeda dari yang lainnya, dan belum tuntas (kasusnya) diselesaikan,” kata Anggy Umbara di salah satu TV nasional.
Dirinya menyampaikan dengan pembuatan film ini diharapkan 3 buronan tersebut dapat segera ditemukan.***



















