BANTEN RAYA- Dari 854 koperasi yang ada di Kabupaten Lebak, 312 di antaranya gulung tikar.
Banyaknya koperasi yang gulung tikar disebabkan oleh persoalan keuangan, manajemen, serta sumber daya alam.
Kepala Dinkop dan UKM Lebak, Yudawati kepada Banten Raya menyatakan, sudah melakukan evaluasi penyebab koperasi tidak berkembang atau bangkrut.
“Penyebabnya bermacam-macam, ada yang diakibatkan faktor keuangan, tidak profesionalnya manajemen, serta persoalan sumberdaya manusianya yang tidak mendukung,” kata Yudawati, Minggu 27 Maret 2022.
Agar ratusan koperasi yang sebagian besar bergerak dibidang simpan pinjam ini bisa pulih kembali, secara bertahap pemerintah akan melakukan pembinaan.
“Ratusan koperasi yang gulung tikar tersebut berada dihampir seluruh kecamatan di Lebak. Kami akan lakukan pembinaan lagi agar mereka aktif kembali,”ujar Yudawati.
Ditambahkannya, agar koperasi berkembang maka harus memiliki bidang usaha. Katanya, banyak koperasi yang hingga saat ini tetap sehat serta menguntungkan bagi para anggotanya salah satunya Koperasi Sugri, serta Koperasi Tekad Waras di Rangkasbitung.
Kedua koperasi ini bergerak dibidang simpan pinjam, penginapan, sewa gedung maupun cafe. “Kalau koperasi hanya mengandalkan dari bidang simpan pinjam, serta tidak memiliki usaha lain maka sangat riskan gulung tikar. Ini yang dialami oleh ratusan koperasi di Lebak,” terang Yudawati.
Baca Juga: Ariel Noah, Luna Maya Foto Bareng, Aming Jodoh Pasti Bertemu
Sekretaris Dinkop dan UKM Lebak, Imam Suangsa mengatakan, karena akan dilakukan pembinaan secara bertahap, maka dari 312 koperasi yang gulung tikar, secara bertahap pula bisa menjadi koperasi yang sehat.
“Kami akan mendatangi para pengelola atau para pengurus koperasi yang gulung tikar untuk memberikan edukasi cara mengelola dan memenej koperasi yang baik,”kata Imam. ***



















