BANTENRAYA.COM – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten atau BI Banten menunjuk Mall of Serang (MOS) sebagai proyek percontohan (pilot project) penerapan QRIS di Kota Serang.
Dengan penerepan tersebut, maka pembayaran di seluruh tenant atau merchant yang ada di MOS cukup dilakukan dengan menggunakan QRIS.
Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, hingga saat ini sebanyak 60 persen dari total merchant di MOS sudah menggunakan QRIS.
Baca Juga: Tak Perlu ke Pasar, Cek Harga Bahan Pokok Cukup dengan Aplikasi Sembako
Pada awal tahun 2022 mendatang diharapkan penggunaan QRIS bisa dilakukan oleh semua merchant di MOS.
“Insya Allah nanti secara bertahap bisa mencapai 100 persen, nanti kita lihat di awal tahun 2022 sudah semua menggunakan QRIS,” kata Erwin usai pencanganan Pilot Project MOS Pendukung Program Siap QRIS di Main Atrium MOS, Rabu 17 November 2021.
Erwin menuturkan, hingga saat ini sudah ada 847.000 merchant pengguna QRIS di seluruh wilayah Banten.
Baca Juga: MAKIN BERANI! PKL di JLS Cilegon Jual Miras di Siang Bolong, Lokasinya Tidak Jauh dari Masjid
Bahkan Banten sudah masuk provinsi kelima terbesar penggunaan QRIS di Indonesia.
Erwin berharap dengan pencanangan ini dapat mendorong penggunaan QRIS di mal dan pasar tradisional yang ada di Kota Serang.
“Ini sudah cukup bagus untuk perkembangannya. Bahkan sudah melebihi target,” terangnya.
Baca Juga: Sidak ke Dukcapil, DPRD Cilegon Soroti Ruang Server yang Kurang Pengamanan
Erwin mengungkapkan, di Indonesia ada 42 juta usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang ditargetkan masuk ke dalam ranah digital agar bisa bersaing.
Saat ini menurutnya UMKM harus siap menjadi UMKM potensial dan menjadi UMKM yang sukses.
“Dari banyaknya pengguna QRIS di Banten, paling banyak pengguna yakni dari wilayah Tangerang Raya,” ungkapnya seraya menambahkan maka BI Banten terus mendorong penggunaan QRIS di wilayah Banten Selatan.
Baca Juga: Tiga Kandidat Maju di Konfercab NU XIV Kabupaten Serang, Berikut Nama-namanya
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, saat ini penggunaan QRIS sudah mulai diberlakukan bagi merchant baik yang ada di mal maupun pasar tradisional.
Dia menjelaskan, penggunaan QRIS mempermudah layanan bagi masyarakat. Dengan begitu masyarakat tidak perlu repot membawa uang tunai dan penggunaan QRIS dia nilai lebih aman.
“Jadi dengan era digital saat ini melayani masyarakat dengan mudah serba online kemudian manfaatnya banyak, tidak harus bawa uang cash, dan ini nyaman, belinya hanya pake hape (handphone-red),” katanya.
Baca Juga: Warga Lebak Ramai Mencoba Jalan Tol Serang-Rangkasbitung
Syafrudin mengatakan, penggunaan QRIS lebih aman bila dibandingkan dengan kartu.
Sebab bila menggunakan QRIS, meskipun ponsel pengguna hilang namun uang digitalnya tetap ada. Namun, bila kartu hilang, maka saldo di dalam kartu habis. ***




















