BANTENRAYA.COM – Di tengah perekonomian yang lesu rencana pemerintah untuk menjalankan program Koperasi Merah Putih di desa, berpotensi untuk menggangu core bisnis koperasi yang sudah berjalan sebelumnya.
Kepala Cabang Pembantu Koperasi KSP Kudonia Agus Sarwo mengatakan, kehadiran 80 koperasi yang rencananya akan segera direalisasikan akan berdampak terhadap tren bisnis koperasi saat ini.
“Mungkin bisa jadi karena ini kan persaingan bisnis baru, seperti yang terjadi pada rumah sakit, perbankan atau bidang lainnya, analisa saya seperti itu, dan kita harus siap,” kata Agus kepada Bantenraya.com, Selasa 29 April 2025.
Baca Juga: DKPP dan Poktan Gotong Royong Sambung Drum, Penampang Air di Carenang Mulai Diperbaiki
Menurutnya, kondisi sektor industri keuangan termasuk koperasi, saat ini sedang mengalami tekanan yang cukup sulit.
Tidak hanya imbas pemangkasan anggaran dan perang tarif dagang saja namun alokasi pengeluaran anggota koperasi yang terbilang cukup banyak.
“Kita baru saja menghadapi Lebaran, disusul dengan anak yang mau sekolah, selanjutnya dihadapakan dengan Idul Adha dan masyarakat Banten umumnya merayakan maulid ini jadi pos anggaran yang tinggi,” terangnya.
Skema bisnis koperasi menurut Agus hanya dapat memberikan keuntungan yang minim, di Koperasi KSP Kudonia misalnya keuntungan sisa hasil usaha hnaya sebesar 1,5 persen selama setahun.
“Jadi sangat kecil sekali, kalau misalnya keuntungan 18 persen berdasarkan kesepakatan anggota, banyak pemangkasan untuk operasional dan lain sebagainya,” terang Agus.
Dengan adanya program Koperasi Merah Putih desa yang ditargetkan akan terbentuk sebanyak 80 ribu unit dengan anggaran Rp400 triliun diharapkan tidak terjadi kasus penyalag gunaan.
Baca Juga: Maesyal Rasyid Dianugerahi Penghargaan Top Pembina BUMD di TOP BUMD Awards 2025
“Dulu progam ini pernah diluncurkan zaman presiden SBY, namun menjadi ladang korupsi dan bermasalah, semoga pengawasan kali ini bisa lebih baik,” cakapnya.
Sebagai soko guru ekonomi, koperasi ini juga harus mampu memberikan kesejahteraan bagi para anggota. Oleh sebab itu memerlukan sumbed daya manusia yang terampil dalam mengelolanya.
“Informasinya sih, koperasi ini akan di isi oleh pensiunan, hingga sarjana namun kita lihat saja nanti progres perkembangan seperti apa,” tuturnya.
Baca Juga: Lirik Lagu Kasih Aba-aba, Single Terbaru dari Tenxi, Naykilla, dan Jemsii
“Karena di desa juga sudah ada BUMDes, ini nanti apakah tidak berbenturan, apakah akan untung,” kata Agus.***


















