BANTENRAYA.COM – Kawasaki KLX Series menjadi tulang punggung penjualan ditengah turunnya minat terhadap segmen sepeda motor sport di Tanah Air.
Marketing PT Kawansakti Adhisejahtera Multazam Ardiansyah mengatakan, tren terhadap penjualan sepeda motor sport tengah lesu secara umum, imbas dari daya beli masyarakat yang turun sehingga konsumen lebih memilih sepeda motor dengan harga yang lebih terjangkau.
Hal ini, tercermin dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang mencatat sepeda motor matic yang mendominasi 89,76 persen sepanjang tahun 2023.
“Kalau sekarang memang lagi turun, brand kita masih laris dan terbantu oleh tipe Kawasaki KLX terjual 25-30 unit dalam sebulan, sedangkan motor sport lainnya seperti Ninja saja paling tinggi 1-2 unit perbulan,” kata Multazam kepada Bantenraya.com, di Jalan Kagungan nomor 1, Kota Serang, Kamis 20 Februari 2025.
Menurutnya, segmen pasar terhadap penjualan motor Sport terutama di Banten juga cukup kesulitan dan semakin menipis setiap tahunnya.
“Kalau di Serang susah sih, ini paska Covid-19, jadi susah untuk balik ke performa dulu, market share nya kecil sekitar 5 persenan. Namun berkat layanan bengkel juga bisa menambah omzet diler selama ini,” paparnya.
Baca Juga: Dua Perampok Truk Bermuatan Gula di Tol Tangerang-Merak Didakwa Pembunuhan Berencana
Berkaitan dengan kehadiran motor listrik, Kawasaki tetap optimis, penjualannya tidak akan tergeser, lantaran belum banyak motor listrik yang memiliki tipe sport.
“Kalaupun ada, pasti harganya diatas Rp100 juta, orang-orang lebih memilih beli untuk motor sport dengan bahan bakar konvensional lebih murah 50-70 jutaan sudah dapat,” terang Multazam.
Alasan KLX series masih menjadi jagoan Kawasaki sampai saat ini, lantaran motor bergaya trail ini terbilang tangguh untuk digunakan dalam aktivitas off road.
Baca Juga: Edarkan Ribuan Obat Ilegal, Remaja di Kota Serang Diringkus Polisi dan Terancam 10 Tahun Penjara
Adapun harga motor Kawasaki KLX Series dilego mulai hari harga Rp34 juta hingga Rp57 juta on the road (OTR) Banten.
“Ini yang menjadi peluang kita untuk terus menggenjot penjualan, kami juga tidak melakukan pembukaan tenan karena biaya juga lumayan, namun daya beli sekarang sedang turun,” cakapnya.***



















