CILEGON, BANTEN RAYA – Selama Ramadan, okupansi Greenotel Cilegon turun di angka 35 – 40 persen dari hari-hari biasanya. Hal ini dikarenakan budaya masyarakat saat Ramadan lebih memilih menghabiskan waktu di rumah dari pada di luar rumah.
General Manager Greenotel Cilegon Jonathan Wijaya mengatakan, setiap Ramadan penurunan okupansi sudah menjadi tradisi yang berlaku di industri perhotelan. Bahkan sebelum pandemi pun tradisi ini sudah terjadi. Hanya saja sebelum pandemi tidak sampai benar-benar drop.
“Ya memang selama bulan puasa trendnya menurun, bahkan sebelum pandemi pun di bulan Ramadan itu saatnya okupansi turun,” kata Jonathan kepada Banten Raya, Senin (16/5).
Ia melanjutkan, bukan hal yang baru ketika okupansi turun saat Ramadan tiba. Menurutnya, hal ini terjadi karena berkurangnya aktivitas masyarakat saat Ramadan. Dan juga masyarakat lebih banyak memilih untuk pulang ke rumah.
“Itukan budaya pada saat bulan suci Ramadan. Ya jadi yang ke hotel lebih sedikit, hanya saja memang kemarin menjadi salah satu penurunan okupansi yang tertinggi, namanya juga lagi pandemi,” ucapnya.
Ia mengungkap, sebelum Ramadan lebih tepatnya awal hingga pertengahan bulan April, tingkat okupansi mencapai 60 persen. Namun saat memasuki awal Ramadan, tepatnya pertengahan April tingkat okupansi menurun hingga 35-40 persen.
“Jadi April itu kan ke bagi dua Minggu yah, tanggal 1-12 dan 13-30. Nah dua minggu pertama itu sebenernya kita sudah mencapai 60 persen, akan tetapi di dua minggu terakhir itu kira-kira (okupansi-Red) 35–40 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, strategi yang paling efektif untuk meningkatkan okupansi saat Ramadan yaitu melalui program Kampoeng Aer atau buka puasa bersama di area Water Park Greenotel Cilegon. Hasilnya cukup baik, beberapa tamu yang mengikuti program Kampoeng Aer membaca brosur dan bertanya-tanya mengenai penginapan.
“Jadi kalo ingat, kan di Greenotel kan ada Kampoeng Aer, ada buka puasa Ramadan yang cukup hits. Nah pada saat buka puasa itukan masuk ke area hotel terlebih dahulu dan itu menjadi salah satu alat promosi kami.” (mg-predy)


















